Pages

Showing posts with label Survival. Show all posts
Showing posts with label Survival. Show all posts

Tuesday, January 8, 2013

Api untuk survival


Api merupakan elemen penting dalam survival, keberadaannya dapat merubah banyak hal. 
Dengan api, kita dapat terhindar dari hipotermia, mencegah binatang buas untuk mendekat, memberi cahaya di malam hari, memasak dan sebagainya. 


Memiliki kemampuan untuk membuat atau menyalakan api dalam situasi survival tentunya adalah sebuah keuntungan besar.

Banyak orang yang bergantung pada korek gas dalam menyalakan api. It's not a bad thing, tapi jika korek gas itu hilang maka kalian gak akan bisa nyalain api kalau gak tau alternatif lain.

I myself used such lighter pretty often, tapi saya juga lebih sering nyoba nyalain api dengan alat dan metode lain. 



Menggunakan batu api dan besi, dengan batang kayu menggunakan teknik drill atau bow drill, atau dengan magnesium bar dan ferro rod.
Karena korek gas gak selamanya berfungsi dengan baik, terutama jika terkena air atau terekspos suhu dingin.


Never depend your life on one thing that may break, sometimes you need to know how to improvise.


Selain membawa korek gas mungkin di saku celana, bawalah cadangan di tas atau dimanapun, bawa juga korek batangan dan simpan di tempat yang kedap air. Membawa ferro rod juga bisa jadi hal yang bagus. 
Kinda sounds like an overkill by carrying all those things, but well, always prepare for the unexpected.

I always carry a magnesium fire starter with me, and I love to start a fire with it.

Nah, sebelum membuat api, sama seperti saat membuat shelter, temukan lokasi yang tepat.
Terhindar dari angin, dekat dengan kayu bakar, tapi tidak terlalu dekat dengan benda lain yang mudah terbakar seperti ilalang kering dan semacamnya.
Selalu siapkan ranting kecil dan kayu bakar sebelum membuat api, karena menjaga api tetap menyala jauh lebih sulit dibanding membuat api.

Ketahuilah material kering yang ada di sekitar kalian yang bisa menjadi sumber api, seperti rumput kering, serbuk kayu, atau benda mudah terbakar lainnya dan yang paling penting adalah benda tersebut harus kering agar lebih mudah menyala, terutama jika kita menyalakan api dengan metode selain menggunakan korek.

Jika daerah tersebut cukup basah atau lembab, nyalakan api diatas batu atau tumpukan kayu, jangan langsung diatas tanah, karena tanah yang basah pada dasarnya akan membuat bahan tersebut menjadi basah dan juga menyerap panas sehingga akan sulit. Lain lagi jika api sudah menyala dan kemudian hujan, cukup tambahkan kayu yang lumayan banyak agar api tetap bertahan.

Sunday, January 6, 2013

Makanan

Hello, It's been a while since my last post.
Sekarang kita lanjut ke pembahasan berikutnya, Makanan.

Well, meskipun Rules of 3's menyebutkan bahwa kita bisa hidup 3 minggu tanpa makanan,
bukan berarti kita tidak membutuhkan makanan sama sekali.
Kalau terjebak di tempat dengan udara dingin, dan kalian menghabiskan tenaga untuk membangun shelter/bivak, membuat api, dan hal-hal lainnya, kalian butuh makanan untuk mengembalikan kalori yang sudah terbuang.

Manusia tetap membutuhkan makanan sebagai sumber energi. Makanan yang mengandung karbohidrat dan protein akan sangat membantu, sedikit lemak juga tidak masalah.
It's not easy to get food in the woods, jungle or beach, terutama kalau kalian gak tau mana yang bisa dimakan mana yang tidak dan mana yang beracun atau tidak.
Dalam kegiatan pendakian, atau trekking di hutan aja gak jarang ada yang keracunan karena iseng,
bagaimana kalau kondisinya lebih parah ?

Ada yang disebut dengan "Universal Edibility Test" yang dipakai sebagai acuan untuk mengetes makanan saat berada di alam. 

  1. Uji coba salah satu bagian dari tanaman tersebut
  2. Pisahkan tanaman menjadi komponen dasar - Daun, batang, akar, bunga, buah
  3. Gosok dan letakkan bagian dari tanaman tersebut pada siku atau pergelangan tangan, diamkan selama 15 menit
  4. Sentuh sebagian kecil dari buah atau daun yang akan dimakan pada bagian luar dari bibir untuk menguji reaksi gatal atau panas
  5. Jika selama 3 menit tidak ada reaksi pada bibir, letakkan pada lidah dan diamkan selama 15 menit
  6. Jika tidak ada reaksi, kunyah dan tahan di mulut selama 15 menit dan JANGAN ditelan
  7. Jika tidak ada reaksi panas, gatal, menyengat atau iritasi lain selama 15 menit tersebut, telan tanaman tersebut.
  8. Tunggu 8 jam, jika ada reaksi iritasi pada masa ini, muntahkan dan minum banyak air.
  9. Jika tidak ada reaksi, makan 1/4 dari bagian tanaman tersebut, tunggu selama 8 jam lagi.
  10. Jika tidak ada reaksi lagi, bagian tumbuhan tersebut aman untuk dimakan
Kurang lebih begitulah caranya. 
Kalau kalian bertanya "Kok lama banget harus nunggu 8 jam ?" 
ya daripada harus mati karena makanan dalam 10 menit, 
lebih baik menunggu selama 8 jam atau tidak makan sama sekali.

Well, meskipun hal tersebut bagus untuk menguji coba suatu tanaman yang akan dimakan, tapi saat uji coba tersebut juga dapat membuat kita terbunuh.
Kalau tertarik soal tanaman yang bisa dimakan, coba bawa sebagian tanaman tersebut ke kota, 
lalu uji coba.
Kalau terjadi sesuatu paling enggak ada bantuan medis yang siap sedia.
Sebisa mungkin cobalah memakan tanaman atau jamur yang tidak memiliki kesamaan bentuk dengan jenis yang beracun.
Dan lagi, ada juga tanaman yang memiliki bagian yang beracun dan tidak beracun.

Ada beberapa ciri tanaman yang beracun atau tidak bisa dimakan, yaitu
1. Memiliki getah susu
2. Memiliki duri atau rambut halus yang bisa menyebabkan iritasi
3. Pada kayu dan daunnya memiliki aroma mirip Almond

As for me, saya lebih suka sebisa mungkin menghindari tanaman yang gak saya ketahui.

Sumber makanan lainnya yang jauh lebih aman adalah hewan pengerat, mamalia, burung, ikan dan serangga.
Dan perlu kalian ketahui bahwa
1. Hampir semua mamalia berbulu aman untuk dimakan 
2. Hampir semua serangga berkaki 6 aman untuk dimakan
3. Hampir semua jenis unggas dapat dimakan (hindari jenis unggas yang tidak familiar bagi kalian)
4. Hindari memakan reptil, 
terutama yang berukuran cukup besar seperti buaya, biawak atau yang berpotensi memiliki bisa/racun seperti ular, karena kemungkinan mereka membunuh anda bisa lebih besar.


Yah,kurang lebih begitulah pembahasan kita soal makanan.
Nanti bakal saya update lagi pastinya.
Dan setelah tau sumber-sumber makanan yang potensial, berikutnya mungkin saya bahas juga soal bagaimana cara mendapatkan makanan.

Well then, see ya


Tuesday, December 18, 2012

Cara Mendapatkan Air saat Survival atau Hiking

As you know, water is the most important thing for human body.
Masalah utama yang sering dihadapi adalah, terlalu banyak air, dan tidak ada air.
Saat banjir air berlimpah, namun tercemar oleh kotoran dan sampah pembuangan lainnya, sehingga sumber air bersih yang dapat diminum pun menipis.
Dan saat berada di daerah yang kering tanpa air, mendapatkan air bukanlah hal yang mudah juga.
Jadi, penting untuk tahu bagaimana cara mendapatkan air agar dapat terus bertahan hidup.

Ada beberapa cara untuk mendapatkan air, metode yang digunakan juga tergantung perlengkapan apa saja yang kita punya dan sumber daya apa saja yang ada di sekitar kita.

Yang pertama adalah dengan penguapan, selama kita punya cahaya dan panas matahari yang cukup, ditambah dengan plastik dan tempat untuk menampung air, maka metode ini dapat dilakukan.
Kurang lebih seperti itulah gambarannya, jadi kita meletakkan tempat untuk menampung air atau water container sperti gelas, kaleng, botol, atau apapun yang bisa digunakan di tanah yang sudah digali. Kemudian letakan plastik diatas lubang tersebut, dan taruh satu batu kecil sebagai pemberat agar membentuk kerucut ke arah tempat air yang kita taruh dibawah tadi.
Panas matahari akan membuat tanah yang lembab setelah digali menjadi menguap, menempel pada plastik, kemudian butiran air tersebut akan mengalir ketengah kemudian menetes kedalam tempat air.
Kita juga dapat menggunakan metode ini untung menyuling air laut menjadi air tawar.

Untuk menambah jumlah air dari penguapan, bisa ditambahkan dedaunan hijau yang masih segar di dalam lubang tersebut, karena kandungan air dari daun tersebut juga akan menguap. Air yang dihasilkan dari metode ini juga merupakan 100% air murni, sehingga tidak perlu melalui proses perebusan air lagi.

Kelemahan dari metode ini, jumlah air yang didapat tidak banyak, dan butuh waktu lama. Jadi kalau jumlah kalian lebih dari 2 orang, tentunya akan sangat sulit, terutama jika tidak ada lagi yang bisa dipakai untuk membuat metode ini.

Berikutnya dengan memanfaatkan proses transpirasi tanaman. Mungkin dipelajaran IPA dulu pernah belajar soal bagaimana proses fotosintesis kan ? We'll take advantage of that proses.
Kita tau kalau tanaman menggunakan CO2 dan mengubahnya menjadi komponen organik menggunakan cahaya matahari, proses ini menggunakan CO2 dan Air, kemudian memberikan kita oksigen sebagai hasilnya. Dalam proses fotosintesis, daun membuka pori-porinya untuk CO2 dan transpirasi terjadi ketika air menguap melalui daun tersebut. Singkatnya, proses ini mengambil air dari tanah dan diangkut oleh tanaman untuk mendapat nutrisi dan tetap segar. 

Sederhananya, kita cukup membungkus sekumpulan daun dari tanaman yang terekspos oleh matahari dengan plastik, dan membiarkan air menguap dan terkumpul di plastik tersebut. Kurang lebih sama dengan metode sebelumnya.



The last one in this post is water filtration system.
Dengan filter sederhana, anda bisa membuat air kotor menjadi lebih aman diminum, namun sebaiknya tetap melalui proses perebusan, just to make sure.
Jika kalian tidak memiliki botol atau plastik untuk diubah untuk menjadi filter, gunakan tripod dari batang kayu ditambah dengan kain.


Disitu terlihat ada 3 lapis kain, dan disitu pula terjadi 3 tahapan filtrasi atau penyaringan air.
Lapisan pertama yang paling atas, dapat di isi dengan ilalang atau rumput, gunanya untuk menyaring kotoran yang ukurannya cukup besar.
Lapisan kedua, di isi dengan pasir untuk menyaring kotoran atau mikroba yang ukurannya jauh lebih kecil.
Lapisan ketiga, di isi dengan arang yang berfungsi untuk menghasilkan Potasium Hydroxide atau Kalium Hidroksida dengan nama yang lebih dikenal dengan Kalium Permanganat di Indonesia. Kalium Permanganat atau KMNO4 ini sendiri dapat dibeli di Toko Kimia, tapi kita menggunakan arang sebagai substitut.
Arang dapat dengan mudah didapat melalui api unggun yang kita buat.

Dengan melakukan proses ini beberapa kali, maka kemungkinan air yang ditampung sudah dapat dikonsumsi tanpa harus dimasak.

Those are the most simple ways to get water in dire situation, nanti di update lagi soal pengolahan air menggunakan zat kimia. Man, I love chemistry X3

See ya

Jenis-Jenis Shelter

Setelah di post sebelumnya gue udah ngebahas soal Basic Survival, sekarang kita kupas soal "Shelter".
Negara ini termasuk negara tropis, cuacanya lebih sering panas dan hujan, makanya ada beberapa tempat yang lembab banget.
Like a said before, the type of the shelter depends on the situation and the location you were in.
Tetapi sebisa mungkin, hematlah waktu dan tenaga dengan mencari shelter alami, seperti gua, pohon tumbang, ataupun 
Disini kita bakal bahas soal beberapa tipe shelter.

1. Lean-to
Sesuai namanya, yaitu "Lean-to", jadi kita tinggal masuk ke dalam shelter itu dengan api di depan shelter sebagai penghangat. Ini adalah salah satu shelter yang paling mudah dibuat dengan peralatan seadanya.
Kalian bisa pakai batang pohon dan dedaunan sebagai atap seperti digambar, atau menggunakan tali dan terpal sebagai alternatif.
Jas hujan model Poncho juga bisa digunakan untuk membuat shelter seperti ini, tentunya lebih mudah jika membawa tali.
Tetapi dalam pembuatan shelter seperti ini, sangat penting untuk mengetahui arah angin, karena kalian gak akan mau tidur di shelter yang terkena angin dingin dimalam hari dan kemasukan hujan juga.

Kekurangan dari shelter ini adalah saat hujan deras resiko air hujan masuk sangat tinggi, dan perlindungannya hanya dari satu arah, tapi kalian bisa menambah penutup dibagian samping agar lebih hangat.
Kelebihannya adalah bisa mendapat kehangatan langsung dari api unggun jika ada, dan sangat sederhana saat dibuat dan tidak memakan banyak waktu.

2. Double Lean-to shelter
Versi lain dari Lean-to shelter, bentuknya seperti tenda sehingga dapat lebih terlindung dari hujan dan angin.
Cara pembuatannya pun hampir sama, dan dapat dilihat pada gambar. Dengan satu batang panjang sebagai pondasi utama, lau ditambah dengan batang yang lebih kecil dari bagian belakang dan makin memanjang mengikuti ketinggian kayu pondasinya, kemudian ditutupi ranting sebagai penahan daun yang akan digunakan sebagai atap.
Salah satu shelter yang cocok saat di daerah yang cukup terbuka sehingga dapat melindungi kita dari terpaan angin dimalam hari.
Selain menggunakan daun kering atau daun hijau yang lebar sebagai atap, kita dapat menggunakan plastik atau terpal sebagai atapnya.

Kekurangan dari shelter ini adalah hanya cukup untuk 1 orang,kecuali jika anda membuat versi yang lebih besar lagi atau disebut juga A-Frame.
Kelebihan, cukup hangat dan dapat dibuat dengan apa saja yang ada disekitar, jika anda tidak memiliki waktu dan bahan untuk membuat api unggun, tipe shelter ini dapat dipertimbangkan.


Sementara segini dulu, nanti gue update lagi.
Ada rencana bikin video "How to" sekalian foto-foto hasil sendiri from my next trip.
Once again, stay tune ;)





Monday, December 10, 2012

Dasar-dasar Survival AKA The Basic

Setelah di postingan sebelumnya kita membahas soal apa itu Survival, disini gue bakal coba untuk membahas dasar-dasar apa saja yang bisa membantu kita buat bertahan hidup di situasi tersebut.
Hal yang paling dasar itu yang harus diketahui adalah Rules of 3s.
Yaitu :
  • 3 menit tanpa udara
  • 3 hari tanpa air
  • 3 minggu tanpa makanan

Lebih dari itu, kemungkinan untuk mati sangat besar.

Then,let's cut to the basic foundation.

1. Shelter / Bivak / Tempat berlindung
Kebanyakan orang meninggal terkena hypothermia, karena kontak langsung dengan udara dingin ataupun hujan, yang seharusnya dapat dengan mudah dihindari dengan membuat tempat berlindung.
Sangat penting untuk mencegah suhu tubuh turun atau naik terlalu jauh. 
Banyak sekali Shelter yang dapat dibangun di situasi seperti ini, tapi hal seperti jenis lokasi, kondisi cuaca dan jumlah orang yang menempatinya juga bakal mempengaruhi jenis shelter yang nantinya akan digunakan.

2. Air
70% persen tubuh manusia terbentuk dari air, makanya wajar kalau manusia bisa hidup 3 minggu tanpa makanan, tapi hanya 3 hari tanpa air. Jadi harus tahu bagaimana cara untuk mendapatkan air kalau gak mau mati karena dehidrasi. 
Jangan pernah meminum air langsung dari sungai atau danau, terutama yang airnya stagnan atau menggenang begitu saja. Ada kemungkinan itu sudah diminum oleh binatang, atau kejatuhan kotoran hewan lainnya, dan pastinya mengandung parasit dan bakteri yang cukup berbahaya. Penyakit sederhana seperti diare dapat membunuh, terutama ketika kita gak punya persediaan makanan, air dan obat-obatan yang cukup.
Cara paling efektif untuk membunuh parasit dan bakteri ini adalah dengan merebus air, 
simple isn't it ? Such simple thing, could save your life.

3. Api
Meskipun tidak menjadi prioritas, tapi selalulah coba untuk membuat api unggun.
Karena hutan yang gelap di malam hari cukup menyeramkan terutama jika sendirian dan tanpa cahaya.
Api dapat berfungsi sebagai penghangat tubuh, untuk memasak makanan atau air, dan paling penting adalah sebagai dukungan secara mental, karena membuat anda merasa lebih aman dan nyaman.
Selalu bawa korek batang atau gas, dan bungkus dengan plastik yang rapat, you don't want your fire source to get wet, do ya ?
Kecuali kalau tahu beberapa teknik untuk menyalakan api lainnya selain menggunakan korek, we'll get to this later.

4. Makanan
Last important thing, food.
Cobalah untuk selalu bawa makanan, entah itu permen, coklat batangan, biskuit, atau semacamnya di kantong celana atau di tas yang akan kalian bawa bepergian.
Jika kalian punya jumlah yang cukup, mungkin kalian dapat bertahan selama seminggu tanpa perlu mencari makanan lainnya.
Karena mencari makanan di alam tidak semudah yang kalian lihat di TV, apalagi dengan peralatan yang tidak memadai.
Jangan pernah coba ambil resiko untuk memakan jamur atau buah kalau kalian gak tau jenis-jenisnya dan membedakan mana yang beracun mana yang tidak, nutrisi yang didapat gak sepadan dengan resiko mati keracunan.


As long as you know about this 4 things, and how to implement it, your chance of surviving is pretty much high, without considering an X Factor though.
Berikutnya bakal kita kupas masing-masing kategori lebih jauh lagi,
See ya ;)

Survival

Well, here comes my favorite thing :3
"Survival"

Dalam artian sempit, survival berarti bertahan hidup, dari apapun itu.
Let me tell you why you have to learn or at least know about this.

Gak sedikit orang yang hobi backpacking, traveling, atau mountaineering alias hiking.
Tapi gak banyak orang yang mengetahui kalau sebenarnya di setiap kegiatan apapun, terutama kegiatan outdoor yang melibatkan alam liar, pasti ada bahaya tersendiri.

Gak butuh hal yang rumit kok, salah belok saat mendaki gunung atau melalui jalur trekking di hutan, kapal yang rusak dan tenggelam saat bermain arung jeram, atau terjebak saat mengendarai mobil di tempat yang cukup terisolir, dapat merubah "liburan" kalian menjadi masalah hidup dan mati.

And you know what ? when such thing happen, what most people do is simple, panic.
Kebanyakan orang panik karena mereka gak tau dan gak akan pernah tau kalau bakal mengalami hal seperti itu, dan itulah yang menyebabkan kebanyakan orang yang tersesat di gunung atau hutan ditemukan dalam keadaan meninggal.

Saat mengalami hal seperti ini, seharusnya bisa menjaga pikiran tetap tenang. Duduk, kemudian amati situasi sekitar dan jangan panik. Setelah itu cek apa saja yang ada di sekitar kalian dan apa yang kalian bawa yang bisa dimanfaatkan.

Kalau anda punya hobi seperti yang disebutkan diatas, paling tidak mengetahui dasar survival itu hal yang wajib. Sedikit pengetahuan dan latihan praktik survival dapat mengubah kesempatan hidup anda menjadi lebih tinggi. Dan yang paling penting, jangan pernah tinggalkan keinginan untuk tetap hidup.

Adapt to your surrounding and your situation. If there're lack of tools, or material, then improvise. Use everything you can, anyway you can, to keep yourself alive.
Because when such thing happen to you, you are no longer protected by the law of society, the only rule is survival of the fittest.

Kalau kata Darwin, bukan spesies terkuat yang bakal bertahan hidup, ataupun spesies yang paling pintar. Tapi yang paling bisa beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi.

Well, this is all from me, consider this as a prologue :)
See you next time

"It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to change." - Charles Darwin