Api merupakan elemen penting dalam survival, keberadaannya dapat merubah banyak hal.
Dengan api, kita dapat terhindar dari hipotermia, mencegah binatang buas untuk mendekat, memberi cahaya di malam hari, memasak dan sebagainya.
Memiliki kemampuan untuk membuat atau menyalakan api dalam situasi survival tentunya adalah sebuah keuntungan besar.
Banyak orang yang bergantung pada korek gas dalam menyalakan api. It's not a bad thing, tapi jika korek gas itu hilang maka kalian gak akan bisa nyalain api kalau gak tau alternatif lain.
I myself used such lighter pretty often, tapi saya juga lebih sering nyoba nyalain api dengan alat dan metode lain.
Menggunakan batu api dan besi, dengan batang kayu menggunakan teknik drill atau bow drill, atau dengan magnesium bar dan ferro rod.
Karena korek gas gak selamanya berfungsi dengan baik, terutama jika terkena air atau terekspos suhu dingin.
Never depend your life on one thing that may break, sometimes you need to know how to improvise.
Selain membawa korek gas mungkin di saku celana, bawalah cadangan di tas atau dimanapun, bawa juga korek batangan dan simpan di tempat yang kedap air. Membawa ferro rod juga bisa jadi hal yang bagus.
Kinda sounds like an overkill by carrying all those things, but well, always prepare for the unexpected.
I always carry a magnesium fire starter with me, and I love to start a fire with it.
Nah, sebelum membuat api, sama seperti saat membuat shelter, temukan lokasi yang tepat.
Terhindar dari angin, dekat dengan kayu bakar, tapi tidak terlalu dekat dengan benda lain yang mudah terbakar seperti ilalang kering dan semacamnya.
Selalu siapkan ranting kecil dan kayu bakar sebelum membuat api, karena menjaga api tetap menyala jauh lebih sulit dibanding membuat api.
Ketahuilah material kering yang ada di sekitar kalian yang bisa menjadi sumber api, seperti rumput kering, serbuk kayu, atau benda mudah terbakar lainnya dan yang paling penting adalah benda tersebut harus kering agar lebih mudah menyala, terutama jika kita menyalakan api dengan metode selain menggunakan korek.
Jika daerah tersebut cukup basah atau lembab, nyalakan api diatas batu atau tumpukan kayu, jangan langsung diatas tanah, karena tanah yang basah pada dasarnya akan membuat bahan tersebut menjadi basah dan juga menyerap panas sehingga akan sulit. Lain lagi jika api sudah menyala dan kemudian hujan, cukup tambahkan kayu yang lumayan banyak agar api tetap bertahan.
No comments:
Post a Comment