Pages

Showing posts with label Knive and Tools. Show all posts
Showing posts with label Knive and Tools. Show all posts

Monday, April 1, 2013

Review Senter Tank007 E09


Yap kali ini iseng ngasih review soal senter, sedikit review sedeharna untuk follow up postingan sebelumnya.
Just remember that there was an awesome information in that single post, I know it's pretty old but show you a different way of thinking about flashlight.

Enough for the intro, senter ini adalah Tank007 E09, dengan spesifikasi sebagai berikut :

- New XP-E emitter (XP-E R3)
- 1xAAA 1.2V/1.5V or 1x lith 10440 3.7V Battery
- 3 mode (High-med-low) plus memory
- SMO reflector
- Smooth 'n Durable Twisty Switch
- Very strong and durable with Military req. Hard anodized type III
- IPX-8 waterproof
- Anti roll
- Hardened ultra clear glass lens
- High quality keyring attachment and spare Oring included
- Max 100 lumen w/ AAA battery
- Max 140 lumen w/ 10440 battery

I bought this for around Rp.200k, dan bisa dibilang, its worth it.
Dengan ukuran cukup kecil untuk menjadi gantungan kunci, jadi bisa dibawa di kantong celana dan tentunya kalau jadi gantungan kunci rumah, gak akan pernah lupa kebawa. Menggunakan baterai 1x AAA yang bisa dibeli hampir dimanapun, mulai dari warung kecil hingga supermarket, namun dengan cahaya 100 Lumen yang bisa dibilang jauh lebih terang dibanding senter AA atau D Cell ukuran besar yang masih menggunakan bohlam ataupun LED biasa.

Size Comparison : 18650 Battery , E09, AAA Battery
Sesuai spesifikasinya, Body Hard Anodized Type III dan IPX-8 Waterproof menjamin senter ini cukup kuat menghadapi siksaan, dalam kata lain dapat menahan benturan saat jatuh ataupun terjatuh kedalaam air saat anda berada di tepi pantai, sungai, ataupun saat bencana banjir.

Pengalaman saya, dengan 1x AAA senter ini bisa bertahan sekitar 60 menit dalam mode High, 2-2,5 jam untuk Medium, dan sekitar 15-17 jam dalam mode Low. Belum pernah nyoba kalau pakai Lithium 10440, could last much longer than this I guess.

Paling tidak, dengan ukuran seringkas dan sekecil itu, I got 17 hours worth of light. Kalau runtime dalam mode high terlalu singkat, cukup bawa baterai cadangan, 1-2 buah baterai mungkin cukup.

Meskipun kepala dan body senter terasa agak panas jika dinyalakan dalam mode High dalam waktu yang lama. Pencahayaan lebih ke floody, karena melebar dan tidak begitu cocok untuk jarak jauh, tapi jika digunakan indoor atau sekedar pencahayaan saat melewati jalanan gelap, tentunya sudah lebih dari cukup.

Bisa diletakkan posisi berdiri atau tailstand, untuk digunakan sebagai "lilin" dengan memantulkan cahaya senter ke langit-langit atau ceiling bounce.

Well, I love this flashlight, I always carry it wherever I go, Whenever I can, as my primary light source.
Kalau kalian nyari senter lain dengan ukuran sekecil ini dengan kualitas bagus dan harga yang bersahabat, saya bisa rekomendasikan Thrunite Ti & Ti2, Fenix E05, Olight i3 EOS, atau XTAR WK-21/WK20.

Happy Hunting :D

"Why Do I need Flashlight?" Kutipan dari candlepowerforums.com



Ini adalah salah satu posting dari "techwg" yang dia post di http://www.candlepowerforums.com
Untuk menunjukan betapa pentingnya membawa sebuah senter.
Karena postingan aslinya dalam bahasa inggris, mungkin sebagian orang akan malas bacanya ya~
Yap, itulah kenapa saya terjemahin ke bahasa indonesia untuk memudahkan menyerap maksud dan informasi yang ingin dia sampaikan.

Hope you enjoy reading this :3

"Telah menjadi perhatian saya, bahwa sebagian orang berpikir bahwa senter tidaklah penting, atau tidak berarti untuk dibawa. Sekarang saya tanya anda, Apa anda menikmati melihat sesuatu dengan mata anda ? Ya? Ok, lalu jika listrik padam dan anda tidak bisa melihat apapun, apakah itu nyaman, tidak dapat melihat apapun?

Bagaimana dengan pergi ke Mall untuk belanja di malam hari, dan kemudian listrik padam dan anda berada di kondisi gelap total tanpa mengetahui siapa yang ada di dekat anda, atau jika pemadamanan murni masalah listrik atau kriminal bersenjata.

Anda bisa berada dimanapun kapanpun dan listrik dapat padam, tidak peduli anda berada di jalan, rumah, atau di tempat keluarga. Apa yang akan anda lakukan jika anda dan keluarga anda terjebak dalam kondisi gelap yang tiba tiba? Bagaimana jika orang tua atau kakek nenek anda tersandung kemudian jatuh dengan wajah terlebih dulu, atau anak kecil menangis karena ketakutan. Saya yakin anda tidak menginginkan hal seperti itu. Saya yakin kebanyakan orang ingin melindungi keluarga mereka, sehingga semua orang aman, tetapi orang tidak memperdulikan sesuatu yang sangat sederhana seperti senter.

Biarkan saya beritahu anda soal senter sehingga anda dan orang yang anda sayang aman. Banyak sekali tipe, ukuran, bentuk, tingkat cahaya, dan harga. Beberapa senter cukup murah, tapi jika anda tidak punya, anda menempatkan keluarga anda dalam bahaya, hanya karena tidak mau membelinya. Beberapa senter jauh lebih mahal dan memiliki fitur yang baik. Intinya adalah bahwa anda punya tanggung jawab untuk memastikan bahwa Anda dan keluarga tidak dalam bahaya hanya karena anda tidak mau berinvestasi dengan senter yang murah. 

Beberapa orang berpikir bahwa sebagian besar senter sebesar Multi-D Cell Baterai, dan ini adalah hal yang salah. Anda dapat membeli senter seharga $20 dan membawanya sebagai gantungan kunci dan tidak perlu khawatir dengan apa yang perlu anda lakukan jika listrik padam. Ada banyak Brand senter yang saya suka, mereka disebut "Fenix", dengan harga senter mulai dari yang paling murah hingga yang cukup mahal, dan dengan ukuran yang dapat anda jadikan gantungan kunci, simpan di laci, di kotak peralatan, ataupun di kantong.

Sebagai contoh, Fenix E01 menggunakan baterai 1x AAA dan memberi anda cukup pencahayaan untuk dapat bertahan dan hanya berkisar $20, dan cahayanya akan bertahan selama 20 jam. Dan juga ada yang agak besar dengan baterai CR123, dengan harga $50 yang cukup terang untuk membutakan orang untuk sementara dan memiliki beberapa mode pencahayaan dan fitur keamanan seperti SOS dan Strobe. Dan anda dapat menyalakannya selama 30 jam dalam mode Low atau Sejam dalam mode turbo yang menyilaukan.

Apakah anda sudah menyadari kenapa penting untuk memiliki senter untuk dibawa ? Menurut saya orang yang tidak mau menghabiskan beberapa dollar untuk senter kualitas murah, meletakkan diri mereka dan keluarga di sekitar mereka dalam bahaya yang mungkin terjadi. Dan orang itulah yang akan menyesal tidak memiliki senter, ketika mengunjungi rumah Ibu mereka, dan terjadi pemadaman, dan anda biarkan Ibu anda mencari lilin di kegelapan dan kemudian dia jatuh sehingga kepalanya terbentur dan pinggangnya patah.

Ada 2 perusahaan yang menurut saya sangat bagus untuk Senter, di Eropa, saya pikir www.thephotonshop.co.uk sangat bagus, dan telah membantu saya dengan berbagai informasi untuk memilih senter yang tepat. Untuk Amerika, www.fenix-store.com sangat terkenal dan ada di forum untuk membantu orang dengan masalah.

Anda tidak perlu mengetahui segala tentang senter sebelum membeli, pergi ke tempat itu dan tanyakan apa saja mengenai senter, lihat apa saja yang mereka jual. Anda tidak perlu membayar hanya untuk melihat dan bertanya. Saya tidak perlu memberi tahu anda untuk membeli senter, karena saya yakin jika anda duduk dan berpikir tentang ide keseluruhan dari hal ini, Anda dapat melihat betapa bergunanya dan pentingnya, untuk memiliki senter kemanapun anda pergi. 

Jika anda bisa melihat berbagai senter kualitas bagus, mencari informasi tentang itu dan memutuskan untuk tidak membelinya karena anda merasa tidak butuh, maka anda tidak bisa komplain jika melukai diri anda sendiri atau orang di sekitar anda cidera karena tidak dapat melihat dalam gelap. Setiap orang harus memiliki pencahayaan, itulah mengapa kita aktif di siang hari dan tidak begitu aktif dimalam hari, karena penglihatan kita terbatas di kegelapan. Jadi daripada dibatasi dan membahayakan diri, carilah informasi, lihat senter apa yang ingin anda miliki, dan merasa yakin dengan pilihan anda. Jika anda memilih untuk membeli, atau tidak, maka anda harus menjalani pilihan anda, atau membuat pilihan baru sekarang juga untuk melakukan hal yang benar. 

Tolong tunjukan ini kepada siapapun yang anda kenal, orang yang selalu menertawakan orang yang membawa senter, dan tanya apakah mereka cukup peduli untuk melakukan sesuatu yang benar, atau mereka tidak peduli akan apa yang dapat terjadi.

Saya cukup peduli untuk membagi informasi ini kepada Anda, sehingga ANDA dapat membuat keputusan yang anda senangi, dengan tetap mendapat informasi.

Terima Kasih

Techwg"

Thursday, February 28, 2013

Smith & Wesson "CKSUR2" Search & Rescue Knife


Well, this is gonna be another knife review from me.
Sekarang saya mau coba review singkat aja soal S&W CKSUR2 SAR Knife.

AFAIK, ada beberapa seri pisau keluaran S&W yang satu ini dengan tipe blade & handle yang berbeda.

Spesifikasinya yaitu :


OAL : 10.5"
Blade Length: 5.9"
Cutting Edge: 5.25"
Handle Length : 4.5"
Blade Type: Clip Point
Weight : 7.oz
Steel : 440c


Saat pertama kali unboxing pisau ini, kita mendapatkan pisau, sarung, dan diamond sharpener.
Nylon sheath was pretty good, tapi velcro atau perekat untuk menahan gagang pisau kurang bagus.
Juga sheath tidak ambidextrous, jadi bagi yang kidal sepertinya agak kesulitan.
Kita dapat membawa pisau ini secara horizontal ataupun vertikal karena tersedia beberapa loop pada sarungnya.
Ada juga kantung dibagian depan tempat menyimpan sharpener, tapi dapat dialih fungsikan untuk menyimpan survival kit lainnya.

Pisau ini tidak terlalu tajam saat didapat, bentuk edgenya pun agak "berantakan" sehingga perlu di re-shape dan di asah ulang, setelah itu tidak ada masalah.
Jenis baja yang digunakan adalah 440c, yang merupakan stainless dengan kualitas yang cukup baik.
Menurut keterangan, pisau ini full tang, tetapi lebih ke bentuk Rat-tail.
Dapat terlihat ada seperti pin di ujung bawah handle yang sepertinya berguna untuk menahan tang.

Handle dari karet cukup nyaman di genggaman, dengan handguard sehingga tidak perlu khawatir saat slip sekalipun saat menggunakan.
Teflon coating nya membantu mengurangi resiko karat, karena meskipun dikatakan sebagai stainless tetap akan muncul karat jika terekspos dengan oksigen, air, ataupun kotoran.

I've been cutting some branches with it, feels pretty good. Belum nemu batang kayu yang cukup tebal untuk tes lagi.
Kekurangannya mungkin karena beratnya yang cukup ringan, sehingga akan kurang nyaman jika digunakan untuk chopping, terutama pada kayu yang keras.
Ketebalannya cukup meyakinkan bahwa pisau ini tidak akan patah hanya karena batoning, but if you really push it beyond its limit, who knows ?

Seperti yang kalian lihat, di bagian bawah sarung dililit dengan tali. Itu cuma tali nylon, atau tali kur, sepanjang sekitar 3 meter. Jika perlu membuat shelter maka paling tidak sudah tersedia tali yang cukup panjang.

Well, sejauh ini pisau ini memiliki ketajaman yang lumayan, ketahanan yang cukup dan kualitas yang cukup bagus pula. Di beberapa website luar, ada segelintir reviewer yang menyatakan bahwa gagangnya dapat lepas karena pin nya kurang bagus. But, I guess if you treat any knife nicely, it would help you in any situation very well.

Di website luar, harga pisau ini sekitar $27-$45, bisa nemu yang lebih murah dari itu jika kalian rajin nyari. This is a pretty decent knife with a decent price. Saya gak akan ngerekomendasikan pisau ini, tapi kalau ada yang tertarik beli , silakan saja.



*Update Review

Ini tambahan foto-foto setelah tes yang cukup ringan, dengan hasil yang lumayan memuaskan.



Di foto terakhir keliatan ada bekas gesekan kayu yang nempel di coatingnya, agak susah dihilangkan, tapi ga mengurangi fungsi sama sekali. Setelah chopping dan batoning di atas itu, ketajaman agak berkurang, jadi gak bisa nyerut kertas dengan lancar. Tapi kembali lagi bahwa kita atau saya gak akan pakai pisau ini cuma buat nyerut kertas. Di asah sebentar dan di stroping juga udah lancar lagi. Gak ada chipping atau rolling setelah tes, handle juga masih kuat ditempatnya. So far, this knife is pretty damn good for its price.

Sunday, February 24, 2013

CRKT Dogfish by Tom Krein Review

Hello~ it's been a while.
Kali ini pengen nulis review dikit, about my new EDC knife.



Ini adalah neck knife buatan Colombia River Knife & Tool.
Here's the specification :
OAL : 5.25"
Weight : 1,5 ons
Blade length : 2.25"
Thickness : 0.14"
Material : 3CR13
HRC : 51-53
Finish : Bead Blast
Grind : Bevel
Style : Wharncliff
Size Comparison
Pisau ini datang dalam keadaan razor sharp atau paling tidak shaving sharp, cukup tajam untuk mencukur bulu. Dengan tipe baja yang cukup mudah untuk diasah , dan bentuk edge yang lurus memudahkan bagi siapapun untuk mengasahnya.

,Dan material 3CR13 cukup mirip dengan 420J2 yang akan memberikan ketangguhan, kemudahan dalam mengasah dan ketahanan terhadap noda/karat yang cukup.
Terasa ringan ditangan, namun dengan ketebalan sekitar 0.14 inch atau 3mm, this thing is pretty sturdy for its size.

,I love the knife and the sheath, karena ini neck knife and of course I'm gonna wear it in my neck, kemampuan sheath atau sarungnya untuk menjaga agar pisau tidak jatuh adalah hal yang wajib.
So far, I love the kydex sheath, ada bunyi "klik" saat memasukan pisau kedalamnya dan itu sangat meyakinkan.

,The only problem for my medium-sized hand is the handle. Handle atau gagang pisau cukup kecil dan hanya cukup untuk 3 jari. Jimping di beberapa titik membantu untuk menambah daya genggam pada gagang, tapi saat tangan basah atau berkeringat, gagangnya akan menjadi cukup licin.

Sejauh ini bisa diakali dengan melilitkan paracord di gagang tersebut, dan kelebihan paracord yang memanjang juga dapat digunakan untuk meletakkan jari kelingking.
It feels pretty comfy anyway.


,Dengan ukuran seperti ini, kalian dapat memasukkannya kedalam kantong celana, tas pinggang, atau dipakai sebagai kalung.
Pretty much, I recommend this knife, buat yang baru belajar mengasah mungkin pisau ini dapat menjadi benda latihan. Dan nilai plus dari pisau ini adalah harga yang cukup murah.

Wednesday, January 9, 2013

Everyday Carry (EDC)

Everyday Carry (EDC) atau Bawaan harian (seperti yang dikutip dari Everyday-carry.com)biasanya berkaitan dengan barang atau benda yang kita pakai atau bawa sehari-hari untuk mengerjakan sesuatu hal, sebagai alat bantu atau untuk digunakan saat situasi darurat. Dalam pandangan yang lebih luas, itu adalah gaya hidup, disiplin atau filosofi tentang kesiapan.

Kurang lebih itu adalah definisi dari EDC. Sekarang, kenapa saya bahas EDC? Karena sebenarnya barang yang kita bawa sehari-hari bisa saja menolong kita di situasi darurat yang tak terduga. Dan biasanya apa yang dibawa setiap harinya tentunya berbeda tiap individu.
Now, I just want so share my EDC and the reason why I carry it.

My EDC

Kiri-Kanan
1.Headset Sony 
2. Tank007 E09 (1xAAA) w/ Kunci rumah 
3.Leatherman Wave BO
4. Sony Experia Go
5. Samsung B2100
6. Magnesium Firestarter
7. Hand sanitizer
8. Multi-wrap Headwear
9. Kenko K1 Mini & Zebra F-701 Pen
10. Notebook
11. Kaleng (Paracetamol, Diatab, Antiseptik, Alcohol Swab, Bola Kapas)
12. Dompet
13. MOLLE pouch

Let me tell you a bit about my EDC setup.
Tank007 E09 itu senter kecil dengan battere 1xAAA, cukup kecil jadi bisa dipakai buat gantungan kunci.
Dengan lumen sebesar 120 di mode high udah lebih dari cukup sebagai pencahayaan darurat,
 dan tentunya jauh lebih terang dibanding senter yang biasa ditemukan diwarung dengan perbandingan ukuran yang jauh.
Saya selalu bawa senter kemanapun, karena kita gak tau kapan dan dimana kita bakal butuh pencahayaan tambahan, dan senter ini sudah sangat membantu. 

Leatherman Wave juga selalu saya bawa sebagai opsi lain dari 5.11 Wharn for Duty yang kadang saya bawa. Tentunya sebagai multitool punya banyak kegunaan, mulai dari tang, pemotong kabel, pembuka kaleng & tutup botol, gergaji, obeng dsb.
Fitur favorit saya dari LM Wave ini yaitu outside-accessible blade nya, jadi letak pisau dibagian luar dengan sistem linerlock memudahkan dalam mengakses pisaunya.
I'm gonna write a full review bout this next time.

Xperia Go & Samsung B2100 sebagai alat komunikasi tentunya. Konstruksi waterproof & dustproof nya membuat mereka nyaman digunakan di setiap kondisi cuaca dan kegiataan outdoor, tanpa harus takut rusak terkena air atau pasir.

Magnesium firestarter sebagai back-up untuk menyalakan api,
terutama jika terjadi sesuatu yang tidak terduga ditempat yang tak terduga pula.

Hand sanitizer selain sebagai alternatif cuci tangan jika tidak ada air, kandungan ethanol 70% nya juga dapat dimanfaatkan untuk menyalakan api.

Multi-wrap headwear bisa dipakai untuk melindungi leher dari sengatan matahari dan udara dingin, sebagai masker debu, bandana & headband untuk menyerap keringat di dahi dan kepala,
juga dapat digunakan untuk proses filtrasi air.

Pulpen Zebra F-701 sebagai alat tulis tentunya, tetapi konstruksi full-metal nya juga membuat pulpen ini berpotensi sebagai alat beladiri, karena dapat digunakan mirip dengan kubaton.

Notebook kecil ini selain untuk mencatat hal penting, selembar kertasnya juga dapat menjadi alat bantu untuk menyalakan api.

Kaleng berisi obat-obatan untuk bepergian, sebenarnya ini kaleng untuk perlengkapan menjahit tapi saya alih fungsikan untuk medis & survival kit. Well, you just need to improvise.

Dompet berisi uang dan identitas untuk survive di hutan beton alias perkotaan :3

MOLLE pouch ini untuk beberapa EDC, biasanya untuk bawa X Go + Notes + F-701 + LM Wave + E09 dan beberapa benda lainnya.

Yah itulah bawaan harianku, mungkin agak aneh bagi sebagian orang untuk membawa benda seperti itu,
 but as for me, it helps, a lot.
Seperti yang saya bilang sebelumnya, selalu bersiap untuk yang tak terduga, karena kita gak tau situasi apa yang akan kita hadapi, better prepare than sorry.

Well, that's it for now
See you soon ;)














Tuesday, December 18, 2012

It's a knives thing

First thing first, gue mau ngebahas soal pisau dulu sebelum lanjut ke materi survival yang berikutnya. Why ? Because knife is an essential tool for survival.
With it, you can chop woods for shelter and fire, you can use it as a first aid tool, prepare your meal, and of course, self defense.

Nah, berikutnya kita bahas soal anatomi dan desain pisau yang ideal untuk survival.


Kurang lebih inilah basic anatomy yang biasa kalian temukan di beberapa pisau.
I really wanted to explain all of those parts, but well, I don't really want to waste my time typing something that you can find easily in wiki or google. So help yourself, and google it if you really want to know.

Terkadang orang memilih pisau yang desainnya "keren" menurut mereka tapi melupakan sisi fungsional sebenarnya dari pisau tersebut. Kebanyakan orang yang baru pertama kali mengenal pisau, mungkin memilih pisau survival model Rambo untuk menemani kegiatan ruang terbuka mereka.

Pisau model ini biasanya menggunakan hollow handle, dimana gagangnya memiliki ruang didalamnya yang bisa di isi survival kit, seperti korek, benang pancing dan semacamnya. It is indeed usefull, but on the other hand, bilah atau blade dari pisau itu cuma disambung di gagang, tapi tidak utuh sampai ke ujung handle.
Titik sambungan ini merupakan stress point dari pisau tersebut, kalau dipakai terlalu keras untuk chopping atau bacok kayu, kemungkinan besar akan patah, and congratulation, you just lost your cutting tool.

Tetapi dalam hal ini, ada pengecualian. Desain One-piece hollow handle milik Chris Reeve yang dibuat dari satu baja utuh, tentunya jauh lebih kuat daripada bilah yang disambung di gagang.
Tapi sayangnya hampir tidak semua pisau hollow handle dibuat dengan cara seperti itu.

If you want to survive in the wild, at least you need a knife that you can depend in such situation.
For example, untuk "main" di hutan gw suka membawa pisau yang tebal spine'nya di atas 2,5mm sampai 4mm, dengan panjang bilah sekitar 6-7 inch.
Karena gue mau punya pisau yang cukup tebal dan kuat saat melakukan batoning dan chopping, tapi tidak terlalu oversize sehingga masih nyaman dibawa.

Itu menurut pendapat dan kenyamanan gue lho, kalau kalian punya pendapat lain ya silakan di comment :)

Paling engga, apapun jenis pisau yang kalian suka. Ada beberapa hal yang harus dipikirkan baik baik.

1. Full Tang
Tang disini bukan alat penjepit itu, tapi bagian dari pisau yang memanjang sampai ke handle atau gagang.
Karena gak sedikit desain pisau yang blade hanya disambung digagang dengan menggunakan semacam pin.
Pilih desain yang tang sampai ke bagian gagang, biasanya terlihat pada gagang yang model sandwich.
Tapi beberapa pisau seperti Mora, bukan berarti tidak full tang. Mora menggunakan desain rat-tail dengan hidden tang.

2. Bahan pisau
Biasanya ada 2 jenis bahan yang dikenal orang pada umumnya, stainless dan karbon.
Stainless biasanya dianggap sebagai baja yang kuat, karena anti karat. Padahal stainless tidak anti karat, melainkan lebih tahan terhadap karat dan korosi, jika dibiarkan tanpa perawatan juga akan tetap berkarat.
Baja karbon justru sebaliknya, lebih rentan terhadap karat tetapi memiliki ketahanan yang lebih bagus.
As for me, I prefer Carbon over Stainless. Baja karbon lebih mudah di asah dan tidak cepat tumpul pada pemakaian normal, bahkan pada pemakaian yang berlebih pun masih kuat.
Tetapi Stainless jauh lebih cepat tumpul, dan jika bilahnya terlalu tipis maka akan mudah patah.

3.Desain edge atau sisi tajam
Ada 2 istilah yang sering dipakai, plain edge dan serrated edge.
Plain edge merupakan model yang standar, sedangkan serrated edge memiliki semacam gerigi yang bertujuan agar lebih mudah saat memotong tali.


Gambar diatas ini sekedar contoh, desain Spyderco Tenacious yang Half-serrated.
Serrated edge ini lebih sulit di asah karena butuh asahan khusus, oleh karena itu sebaiknya untuk pisau besar, hindari model serrated edge, dan simpanlah pocket knife atau pisau lipat seperti ini sebagai backup.

4. Panjang bilah
Biasanya panjangnya sekitar 6-12 Inch. Kalau kurang dari itu mungkin akan sulit untuk memotong kayu, karena dalam kondisi darurat, belum tentu kalian bawa sempat membawa kapak atau gergaji kan ?
Usahakan jangan lebih dari 12 inch untuk bilah pisau, kecuali itu adalah golok tebas atau parang.
Karena kalau bilah lebih dari 12 inch, bakal sulit digunakan dan dibawa.

5. Ketebalan spine
Untuk hal ini, usahakan cari pisau dengan ketebalan sekitar 3mm - 5mm
Dengan ketebalan segitu, pisau bakal cukup solid dan kuat untuk dipakai pekerjaan memotong yang berat.
karena kalau terlalu tipis, kemungkinan patah juga lumayan tinggi.

Kalau untuk sheath atau sarung pisau, mungkin lebih ke pilihan tiap individu.
Tapi paling engga, pilihlah desain sarung yang sebaik mungkin, karena akan mempengaruhi cara membawa pisau tersebut nantinya.
Kalau inget nanti gue bakal bahas lebih lagi soal sheath ini.
See ya