Pages

Sunday, January 6, 2013

Makanan

Hello, It's been a while since my last post.
Sekarang kita lanjut ke pembahasan berikutnya, Makanan.

Well, meskipun Rules of 3's menyebutkan bahwa kita bisa hidup 3 minggu tanpa makanan,
bukan berarti kita tidak membutuhkan makanan sama sekali.
Kalau terjebak di tempat dengan udara dingin, dan kalian menghabiskan tenaga untuk membangun shelter/bivak, membuat api, dan hal-hal lainnya, kalian butuh makanan untuk mengembalikan kalori yang sudah terbuang.

Manusia tetap membutuhkan makanan sebagai sumber energi. Makanan yang mengandung karbohidrat dan protein akan sangat membantu, sedikit lemak juga tidak masalah.
It's not easy to get food in the woods, jungle or beach, terutama kalau kalian gak tau mana yang bisa dimakan mana yang tidak dan mana yang beracun atau tidak.
Dalam kegiatan pendakian, atau trekking di hutan aja gak jarang ada yang keracunan karena iseng,
bagaimana kalau kondisinya lebih parah ?

Ada yang disebut dengan "Universal Edibility Test" yang dipakai sebagai acuan untuk mengetes makanan saat berada di alam. 

  1. Uji coba salah satu bagian dari tanaman tersebut
  2. Pisahkan tanaman menjadi komponen dasar - Daun, batang, akar, bunga, buah
  3. Gosok dan letakkan bagian dari tanaman tersebut pada siku atau pergelangan tangan, diamkan selama 15 menit
  4. Sentuh sebagian kecil dari buah atau daun yang akan dimakan pada bagian luar dari bibir untuk menguji reaksi gatal atau panas
  5. Jika selama 3 menit tidak ada reaksi pada bibir, letakkan pada lidah dan diamkan selama 15 menit
  6. Jika tidak ada reaksi, kunyah dan tahan di mulut selama 15 menit dan JANGAN ditelan
  7. Jika tidak ada reaksi panas, gatal, menyengat atau iritasi lain selama 15 menit tersebut, telan tanaman tersebut.
  8. Tunggu 8 jam, jika ada reaksi iritasi pada masa ini, muntahkan dan minum banyak air.
  9. Jika tidak ada reaksi, makan 1/4 dari bagian tanaman tersebut, tunggu selama 8 jam lagi.
  10. Jika tidak ada reaksi lagi, bagian tumbuhan tersebut aman untuk dimakan
Kurang lebih begitulah caranya. 
Kalau kalian bertanya "Kok lama banget harus nunggu 8 jam ?" 
ya daripada harus mati karena makanan dalam 10 menit, 
lebih baik menunggu selama 8 jam atau tidak makan sama sekali.

Well, meskipun hal tersebut bagus untuk menguji coba suatu tanaman yang akan dimakan, tapi saat uji coba tersebut juga dapat membuat kita terbunuh.
Kalau tertarik soal tanaman yang bisa dimakan, coba bawa sebagian tanaman tersebut ke kota, 
lalu uji coba.
Kalau terjadi sesuatu paling enggak ada bantuan medis yang siap sedia.
Sebisa mungkin cobalah memakan tanaman atau jamur yang tidak memiliki kesamaan bentuk dengan jenis yang beracun.
Dan lagi, ada juga tanaman yang memiliki bagian yang beracun dan tidak beracun.

Ada beberapa ciri tanaman yang beracun atau tidak bisa dimakan, yaitu
1. Memiliki getah susu
2. Memiliki duri atau rambut halus yang bisa menyebabkan iritasi
3. Pada kayu dan daunnya memiliki aroma mirip Almond

As for me, saya lebih suka sebisa mungkin menghindari tanaman yang gak saya ketahui.

Sumber makanan lainnya yang jauh lebih aman adalah hewan pengerat, mamalia, burung, ikan dan serangga.
Dan perlu kalian ketahui bahwa
1. Hampir semua mamalia berbulu aman untuk dimakan 
2. Hampir semua serangga berkaki 6 aman untuk dimakan
3. Hampir semua jenis unggas dapat dimakan (hindari jenis unggas yang tidak familiar bagi kalian)
4. Hindari memakan reptil, 
terutama yang berukuran cukup besar seperti buaya, biawak atau yang berpotensi memiliki bisa/racun seperti ular, karena kemungkinan mereka membunuh anda bisa lebih besar.


Yah,kurang lebih begitulah pembahasan kita soal makanan.
Nanti bakal saya update lagi pastinya.
Dan setelah tau sumber-sumber makanan yang potensial, berikutnya mungkin saya bahas juga soal bagaimana cara mendapatkan makanan.

Well then, see ya


No comments:

Post a Comment