Pages

Tuesday, January 15, 2013

Banjir banjir dan banjir

Belakangan ini berita di TV dan radio gak jauh dari Banjir. Banyak jalanan di Jakarta yang lumpuh akibat banjir, sehingga banyak aktivitas yang terganggu.
Sejauh ini belum ada berita soal korban jiwa dan semoga saja tidak ada.

Kebanyakan orang terlihat meremehkan banjir dan membiarkan anak-anaknya bermain di air banjir yang tentunya sudah terkontaminasi oleh sampah, bakteri dan zat lainnya. Belum lagi air setinggi lutut yang terlihat tidak berbahaya karena tidak tinggi padahal air setinggi 6 inch atau 12 cm yang mengalir dengan cukup deras saja sudah bisa menjatuhkan orang dewasa.
Dan banyak orang yang mengungsi ke loteng rumahnya dengan harapan banjir akan segera surut ataupun jika air meninggi mereka akan di evakuasi oleh tim SAR, sehingga tidak menyimpan persediaan yang cukup bersama mereka. Tapi, bagaimana kalau semua yang kalian pikirkan itu tidak terjadi? Dan segala sesuatu tersebut tidak berjalan sesuai keinginan, would you survive?

Biasanya keluarga terdiri dari 2-4 orang, hanya dengan persediaan air dan makanan yang hanya cukup untuk 2 atau 3 hari, jika kalian banjir meninggi dan kalian tidak bisa di evakuasi, maka untuk bertahan hidup selama seminggu saja akan menjadi hal yang cukup sulit terutama dengan jumlah orang yang banyak.

Kondisi psikis orang yang labil karena menghadapi bencana membuat orang tidak dapat berpikir panjang dan sulit mengambil keputusan.

Jika kalian berniat bertahan di loteng rumah saat banjir, maka paling tidak persiapkan apa saja yang diperlukan. Simpanlah banyak botol air ukuran 1,5L, atau beberapa galon kecil ukuran 6L, jadi saat ketinggian air mulai meningkat, isilah dengan air bersih.

Beli persediaan makanan kaleng karena akan sangat membantu. Kacang merah dan beras juga akan menjadi sumber karbohidrat yang baik, ikan kaleng bisa sebagai sumber protein.
Dengan persediaan yang cukup kalian dapat bertahan selama lebih dari 2 minggu tanpa bantuan dari luar.

,Well my point is, if you want to survive then you have to prepare the best as you could.
Thats it for now, see ya~

Monday, January 14, 2013

Persiapan

Well, my PC is kinda in messed up right now and I can't do much about it, so I'm gonna post from my phone for a while~
Anyway, setelah tau basic survival dan beberapa hal lainnya, ada hal yang terpenting, yaitu persiapan.
Persiapan disini untuk mencegah hal yang tak terduga ataupun membantu kita untuk survive. Tapi, saya gak bakal ngebahas soal survival kit secara detail dulu disini, melainkan soal beberapa hal penting lainnya.
Pada umumnya orang suka bepergian jarak jauh, baik menggunakan kendaraan pribadi ataupun umum. Terkadang apa yang mereka bawa hanya untuk apa yang sudah direncanakan tanpa memikirkan hal yang lain.
Saat ingin bepergian, buatlah jadwal. Kapan kalian pergi, kemana, lewat mana dan untuk berapa lama. Sebisa mungkin tetap ikuti jadwal yang kalian buat dan beritahu orang terdekat kalian mengenai hal itu.
Jadi kalau terjadi sesuatu dan kalian belum pulang karna hal itu, entah karena tersesat, bencana alam atau apapun, orang terdekat kalian tau kapan harus melapor ke pihak berwajib untuk melakukan pencarian.
Hal ini tentunya akan meningkatkan kemungkinan kalian untuk diselamatkan dalam waktu yang lebih cepat dibanding kalian pergi tanpa ada yang tau sehingga tidak ada yang bisa
menolong.
Jika bepergian menggunakan mobil, terutama ke daerah yang jauh dari perkotaan dan masih dekat dengan hutan,bawalah persediaan tambahan.
Bawa tambahan bahan bakar, air minum, makanan, terpal orange/merah dan sleeping bag. Sehingga saat kendaraan mogok atau rusak di tempat yang cukup terisolir, kalian dapat bertahan sambil menunggu.
Meninggalkan kendaraan dapat berakibat fatal, karen pada dasarnya kendaraan kalian lebih mudah terlihat dibanding kalian sendiri.
Jika kalian menggunakan kendaaraan berwarna gelap, pasang terpal orange tadi di dekat kendaraan. Dapat berfungsi sebagai tanda yang mudah terlihat dari udara, juga sebagai tempat untuk berlindung dari cuaca.
It's always good to have cutting tools such as an axe, machete, parang or golok in your car. Karena jika benar mogok di daerah terisolir, sinyal bantuan menggunakan asap dari api adalah hal yang cukup efektif dan kalian akan butuh alat potong tadi.
Tapi tentunya akan jauh lebih baik untuk mempersiapkan segalanya dengan baik dan memberi tahu keluarga kemana kalian akan pergi untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya survival jangka panjang.
Always have a backup plan ready.

Wednesday, January 9, 2013

Everyday Carry (EDC)

Everyday Carry (EDC) atau Bawaan harian (seperti yang dikutip dari Everyday-carry.com)biasanya berkaitan dengan barang atau benda yang kita pakai atau bawa sehari-hari untuk mengerjakan sesuatu hal, sebagai alat bantu atau untuk digunakan saat situasi darurat. Dalam pandangan yang lebih luas, itu adalah gaya hidup, disiplin atau filosofi tentang kesiapan.

Kurang lebih itu adalah definisi dari EDC. Sekarang, kenapa saya bahas EDC? Karena sebenarnya barang yang kita bawa sehari-hari bisa saja menolong kita di situasi darurat yang tak terduga. Dan biasanya apa yang dibawa setiap harinya tentunya berbeda tiap individu.
Now, I just want so share my EDC and the reason why I carry it.

My EDC

Kiri-Kanan
1.Headset Sony 
2. Tank007 E09 (1xAAA) w/ Kunci rumah 
3.Leatherman Wave BO
4. Sony Experia Go
5. Samsung B2100
6. Magnesium Firestarter
7. Hand sanitizer
8. Multi-wrap Headwear
9. Kenko K1 Mini & Zebra F-701 Pen
10. Notebook
11. Kaleng (Paracetamol, Diatab, Antiseptik, Alcohol Swab, Bola Kapas)
12. Dompet
13. MOLLE pouch

Let me tell you a bit about my EDC setup.
Tank007 E09 itu senter kecil dengan battere 1xAAA, cukup kecil jadi bisa dipakai buat gantungan kunci.
Dengan lumen sebesar 120 di mode high udah lebih dari cukup sebagai pencahayaan darurat,
 dan tentunya jauh lebih terang dibanding senter yang biasa ditemukan diwarung dengan perbandingan ukuran yang jauh.
Saya selalu bawa senter kemanapun, karena kita gak tau kapan dan dimana kita bakal butuh pencahayaan tambahan, dan senter ini sudah sangat membantu. 

Leatherman Wave juga selalu saya bawa sebagai opsi lain dari 5.11 Wharn for Duty yang kadang saya bawa. Tentunya sebagai multitool punya banyak kegunaan, mulai dari tang, pemotong kabel, pembuka kaleng & tutup botol, gergaji, obeng dsb.
Fitur favorit saya dari LM Wave ini yaitu outside-accessible blade nya, jadi letak pisau dibagian luar dengan sistem linerlock memudahkan dalam mengakses pisaunya.
I'm gonna write a full review bout this next time.

Xperia Go & Samsung B2100 sebagai alat komunikasi tentunya. Konstruksi waterproof & dustproof nya membuat mereka nyaman digunakan di setiap kondisi cuaca dan kegiataan outdoor, tanpa harus takut rusak terkena air atau pasir.

Magnesium firestarter sebagai back-up untuk menyalakan api,
terutama jika terjadi sesuatu yang tidak terduga ditempat yang tak terduga pula.

Hand sanitizer selain sebagai alternatif cuci tangan jika tidak ada air, kandungan ethanol 70% nya juga dapat dimanfaatkan untuk menyalakan api.

Multi-wrap headwear bisa dipakai untuk melindungi leher dari sengatan matahari dan udara dingin, sebagai masker debu, bandana & headband untuk menyerap keringat di dahi dan kepala,
juga dapat digunakan untuk proses filtrasi air.

Pulpen Zebra F-701 sebagai alat tulis tentunya, tetapi konstruksi full-metal nya juga membuat pulpen ini berpotensi sebagai alat beladiri, karena dapat digunakan mirip dengan kubaton.

Notebook kecil ini selain untuk mencatat hal penting, selembar kertasnya juga dapat menjadi alat bantu untuk menyalakan api.

Kaleng berisi obat-obatan untuk bepergian, sebenarnya ini kaleng untuk perlengkapan menjahit tapi saya alih fungsikan untuk medis & survival kit. Well, you just need to improvise.

Dompet berisi uang dan identitas untuk survive di hutan beton alias perkotaan :3

MOLLE pouch ini untuk beberapa EDC, biasanya untuk bawa X Go + Notes + F-701 + LM Wave + E09 dan beberapa benda lainnya.

Yah itulah bawaan harianku, mungkin agak aneh bagi sebagian orang untuk membawa benda seperti itu,
 but as for me, it helps, a lot.
Seperti yang saya bilang sebelumnya, selalu bersiap untuk yang tak terduga, karena kita gak tau situasi apa yang akan kita hadapi, better prepare than sorry.

Well, that's it for now
See you soon ;)














Tuesday, January 8, 2013

Api untuk survival


Api merupakan elemen penting dalam survival, keberadaannya dapat merubah banyak hal. 
Dengan api, kita dapat terhindar dari hipotermia, mencegah binatang buas untuk mendekat, memberi cahaya di malam hari, memasak dan sebagainya. 


Memiliki kemampuan untuk membuat atau menyalakan api dalam situasi survival tentunya adalah sebuah keuntungan besar.

Banyak orang yang bergantung pada korek gas dalam menyalakan api. It's not a bad thing, tapi jika korek gas itu hilang maka kalian gak akan bisa nyalain api kalau gak tau alternatif lain.

I myself used such lighter pretty often, tapi saya juga lebih sering nyoba nyalain api dengan alat dan metode lain. 



Menggunakan batu api dan besi, dengan batang kayu menggunakan teknik drill atau bow drill, atau dengan magnesium bar dan ferro rod.
Karena korek gas gak selamanya berfungsi dengan baik, terutama jika terkena air atau terekspos suhu dingin.


Never depend your life on one thing that may break, sometimes you need to know how to improvise.


Selain membawa korek gas mungkin di saku celana, bawalah cadangan di tas atau dimanapun, bawa juga korek batangan dan simpan di tempat yang kedap air. Membawa ferro rod juga bisa jadi hal yang bagus. 
Kinda sounds like an overkill by carrying all those things, but well, always prepare for the unexpected.

I always carry a magnesium fire starter with me, and I love to start a fire with it.

Nah, sebelum membuat api, sama seperti saat membuat shelter, temukan lokasi yang tepat.
Terhindar dari angin, dekat dengan kayu bakar, tapi tidak terlalu dekat dengan benda lain yang mudah terbakar seperti ilalang kering dan semacamnya.
Selalu siapkan ranting kecil dan kayu bakar sebelum membuat api, karena menjaga api tetap menyala jauh lebih sulit dibanding membuat api.

Ketahuilah material kering yang ada di sekitar kalian yang bisa menjadi sumber api, seperti rumput kering, serbuk kayu, atau benda mudah terbakar lainnya dan yang paling penting adalah benda tersebut harus kering agar lebih mudah menyala, terutama jika kita menyalakan api dengan metode selain menggunakan korek.

Jika daerah tersebut cukup basah atau lembab, nyalakan api diatas batu atau tumpukan kayu, jangan langsung diatas tanah, karena tanah yang basah pada dasarnya akan membuat bahan tersebut menjadi basah dan juga menyerap panas sehingga akan sulit. Lain lagi jika api sudah menyala dan kemudian hujan, cukup tambahkan kayu yang lumayan banyak agar api tetap bertahan.

Sunday, January 6, 2013

Makanan

Hello, It's been a while since my last post.
Sekarang kita lanjut ke pembahasan berikutnya, Makanan.

Well, meskipun Rules of 3's menyebutkan bahwa kita bisa hidup 3 minggu tanpa makanan,
bukan berarti kita tidak membutuhkan makanan sama sekali.
Kalau terjebak di tempat dengan udara dingin, dan kalian menghabiskan tenaga untuk membangun shelter/bivak, membuat api, dan hal-hal lainnya, kalian butuh makanan untuk mengembalikan kalori yang sudah terbuang.

Manusia tetap membutuhkan makanan sebagai sumber energi. Makanan yang mengandung karbohidrat dan protein akan sangat membantu, sedikit lemak juga tidak masalah.
It's not easy to get food in the woods, jungle or beach, terutama kalau kalian gak tau mana yang bisa dimakan mana yang tidak dan mana yang beracun atau tidak.
Dalam kegiatan pendakian, atau trekking di hutan aja gak jarang ada yang keracunan karena iseng,
bagaimana kalau kondisinya lebih parah ?

Ada yang disebut dengan "Universal Edibility Test" yang dipakai sebagai acuan untuk mengetes makanan saat berada di alam. 

  1. Uji coba salah satu bagian dari tanaman tersebut
  2. Pisahkan tanaman menjadi komponen dasar - Daun, batang, akar, bunga, buah
  3. Gosok dan letakkan bagian dari tanaman tersebut pada siku atau pergelangan tangan, diamkan selama 15 menit
  4. Sentuh sebagian kecil dari buah atau daun yang akan dimakan pada bagian luar dari bibir untuk menguji reaksi gatal atau panas
  5. Jika selama 3 menit tidak ada reaksi pada bibir, letakkan pada lidah dan diamkan selama 15 menit
  6. Jika tidak ada reaksi, kunyah dan tahan di mulut selama 15 menit dan JANGAN ditelan
  7. Jika tidak ada reaksi panas, gatal, menyengat atau iritasi lain selama 15 menit tersebut, telan tanaman tersebut.
  8. Tunggu 8 jam, jika ada reaksi iritasi pada masa ini, muntahkan dan minum banyak air.
  9. Jika tidak ada reaksi, makan 1/4 dari bagian tanaman tersebut, tunggu selama 8 jam lagi.
  10. Jika tidak ada reaksi lagi, bagian tumbuhan tersebut aman untuk dimakan
Kurang lebih begitulah caranya. 
Kalau kalian bertanya "Kok lama banget harus nunggu 8 jam ?" 
ya daripada harus mati karena makanan dalam 10 menit, 
lebih baik menunggu selama 8 jam atau tidak makan sama sekali.

Well, meskipun hal tersebut bagus untuk menguji coba suatu tanaman yang akan dimakan, tapi saat uji coba tersebut juga dapat membuat kita terbunuh.
Kalau tertarik soal tanaman yang bisa dimakan, coba bawa sebagian tanaman tersebut ke kota, 
lalu uji coba.
Kalau terjadi sesuatu paling enggak ada bantuan medis yang siap sedia.
Sebisa mungkin cobalah memakan tanaman atau jamur yang tidak memiliki kesamaan bentuk dengan jenis yang beracun.
Dan lagi, ada juga tanaman yang memiliki bagian yang beracun dan tidak beracun.

Ada beberapa ciri tanaman yang beracun atau tidak bisa dimakan, yaitu
1. Memiliki getah susu
2. Memiliki duri atau rambut halus yang bisa menyebabkan iritasi
3. Pada kayu dan daunnya memiliki aroma mirip Almond

As for me, saya lebih suka sebisa mungkin menghindari tanaman yang gak saya ketahui.

Sumber makanan lainnya yang jauh lebih aman adalah hewan pengerat, mamalia, burung, ikan dan serangga.
Dan perlu kalian ketahui bahwa
1. Hampir semua mamalia berbulu aman untuk dimakan 
2. Hampir semua serangga berkaki 6 aman untuk dimakan
3. Hampir semua jenis unggas dapat dimakan (hindari jenis unggas yang tidak familiar bagi kalian)
4. Hindari memakan reptil, 
terutama yang berukuran cukup besar seperti buaya, biawak atau yang berpotensi memiliki bisa/racun seperti ular, karena kemungkinan mereka membunuh anda bisa lebih besar.


Yah,kurang lebih begitulah pembahasan kita soal makanan.
Nanti bakal saya update lagi pastinya.
Dan setelah tau sumber-sumber makanan yang potensial, berikutnya mungkin saya bahas juga soal bagaimana cara mendapatkan makanan.

Well then, see ya