First thing first, gue mau ngebahas soal pisau dulu sebelum lanjut ke materi survival yang berikutnya. Why ? Because knife is an essential tool for survival.
With it, you can chop woods for shelter and fire, you can use it as a first aid tool, prepare your meal, and of course, self defense.
Nah, berikutnya kita bahas soal anatomi dan desain pisau yang ideal untuk survival.
Kurang lebih inilah basic anatomy yang biasa kalian temukan di beberapa pisau.
I really wanted to explain all of those parts, but well, I don't really want to waste my time typing something that you can find easily in wiki or google. So help yourself, and google it if you really want to know.
Terkadang orang memilih pisau yang desainnya "keren" menurut mereka tapi melupakan sisi fungsional sebenarnya dari pisau tersebut. Kebanyakan orang yang baru pertama kali mengenal pisau, mungkin memilih pisau survival model Rambo untuk menemani kegiatan ruang terbuka mereka.
Pisau model ini biasanya menggunakan hollow handle, dimana gagangnya memiliki ruang didalamnya yang bisa di isi survival kit, seperti korek, benang pancing dan semacamnya. It is indeed usefull, but on the other hand, bilah atau blade dari pisau itu cuma disambung di gagang, tapi tidak utuh sampai ke ujung handle.
Titik sambungan ini merupakan stress point dari pisau tersebut, kalau dipakai terlalu keras untuk chopping atau bacok kayu, kemungkinan besar akan patah, and congratulation, you just lost your cutting tool.
Tetapi dalam hal ini, ada pengecualian. Desain One-piece hollow handle milik Chris Reeve yang dibuat dari satu baja utuh, tentunya jauh lebih kuat daripada bilah yang disambung di gagang.
Tapi sayangnya hampir tidak semua pisau hollow handle dibuat dengan cara seperti itu.
If you want to survive in the wild, at least you need a knife that you can depend in such situation.
For example, untuk "main" di hutan gw suka membawa pisau yang tebal spine'nya di atas 2,5mm sampai 4mm, dengan panjang bilah sekitar 6-7 inch.
Karena gue mau punya pisau yang cukup tebal dan kuat saat melakukan batoning dan chopping, tapi tidak terlalu oversize sehingga masih nyaman dibawa.
Itu menurut pendapat dan kenyamanan gue lho, kalau kalian punya pendapat lain ya silakan di comment :)
Paling engga, apapun jenis pisau yang kalian suka. Ada beberapa hal yang harus dipikirkan baik baik.
1. Full Tang
Tang disini bukan alat penjepit itu, tapi bagian dari pisau yang memanjang sampai ke handle atau gagang.
Karena gak sedikit desain pisau yang blade hanya disambung digagang dengan menggunakan semacam pin.
Pilih desain yang tang sampai ke bagian gagang, biasanya terlihat pada gagang yang model sandwich.
Tapi beberapa pisau seperti Mora, bukan berarti tidak full tang. Mora menggunakan desain rat-tail dengan hidden tang.
2. Bahan pisau
Biasanya ada 2 jenis bahan yang dikenal orang pada umumnya, stainless dan karbon.
Stainless biasanya dianggap sebagai baja yang kuat, karena anti karat. Padahal stainless tidak anti karat, melainkan lebih tahan terhadap karat dan korosi, jika dibiarkan tanpa perawatan juga akan tetap berkarat.
Baja karbon justru sebaliknya, lebih rentan terhadap karat tetapi memiliki ketahanan yang lebih bagus.
As for me, I prefer Carbon over Stainless. Baja karbon lebih mudah di asah dan tidak cepat tumpul pada pemakaian normal, bahkan pada pemakaian yang berlebih pun masih kuat.
Tetapi Stainless jauh lebih cepat tumpul, dan jika bilahnya terlalu tipis maka akan mudah patah.
3.Desain edge atau sisi tajam
Ada 2 istilah yang sering dipakai, plain edge dan serrated edge.
Plain edge merupakan model yang standar, sedangkan serrated edge memiliki semacam gerigi yang bertujuan agar lebih mudah saat memotong tali.
Gambar diatas ini sekedar contoh, desain Spyderco Tenacious yang Half-serrated.
Serrated edge ini lebih sulit di asah karena butuh asahan khusus, oleh karena itu sebaiknya untuk pisau besar, hindari model serrated edge, dan simpanlah pocket knife atau pisau lipat seperti ini sebagai backup.
4. Panjang bilah
Biasanya panjangnya sekitar 6-12 Inch. Kalau kurang dari itu mungkin akan sulit untuk memotong kayu, karena dalam kondisi darurat, belum tentu kalian bawa sempat membawa kapak atau gergaji kan ?
Usahakan jangan lebih dari 12 inch untuk bilah pisau, kecuali itu adalah golok tebas atau parang.
Karena kalau bilah lebih dari 12 inch, bakal sulit digunakan dan dibawa.
5. Ketebalan spine
Untuk hal ini, usahakan cari pisau dengan ketebalan sekitar 3mm - 5mm
Dengan ketebalan segitu, pisau bakal cukup solid dan kuat untuk dipakai pekerjaan memotong yang berat.
karena kalau terlalu tipis, kemungkinan patah juga lumayan tinggi.
Kalau untuk sheath atau sarung pisau, mungkin lebih ke pilihan tiap individu.
Tapi paling engga, pilihlah desain sarung yang sebaik mungkin, karena akan mempengaruhi cara membawa pisau tersebut nantinya.
Kalau inget nanti gue bakal bahas lebih lagi soal sheath ini.
See ya

No comments:
Post a Comment