Oh, Hello~ It's been a while. Been doing this and that and don't really have the time to write something back then :D
Sama kayak tahun lalu, tema kali ini sama, "Banjir".
Bencana alam yang satu ini hampir selalu terjadi tiap tahun, tapi sepertinya tahun ini skalanya lebih besar.
Kalau liat berita, dimana-mana pasti ngebahas banjir, mulai dari banjir di jalan raya, banjir rob di daerah tepian laut, banjir bandang, dan banjir karena sungai yang meluap.
Daerah pemukiman sekalipun banyak yang terkena banjir dan ada yang mencapai ketinggian 7 meter.
Kondisi banjir ini tentunya melumpuhkan banyak fasilitas dan akses jalan. Banyak jalan yang gak bisa dilewatin karena kena banjir, dan ada fasilitas umum seperti stasiun yang gak bisa digunakan karena tergenang banjir juga.
Gak sedikit orang yang memaksakan untuk pulang kerumahnya dengan melewati berbagai titik banjir, menggunakan kendaraannya. Ya, siapa sih yang gak mau pulang terutama di kondisi seperti itu ?
Since I've been facing this kind of natural disaster for some years, (pity me -,- ) I got some tips to share.
Untuk yang rumahnya kebanjiran, kira-kira begini.
1. Beli stok makanan kaleng
Begitu musim penghujan masuk dan curahnya cukup ekstrim, beli stok makanan kaleng yang cukup untuk anggota keluarga untuk beberapa hari. Ini untuk antisipasi kalau kalian berniat untuk bertahan dirumah (Bug-In) dan punya persediaan makanan yang cukup.
2. Penyimpanan Air Bersih
Kalau sudah mulai banjir dan ketinggian air naik dengan cepat, isi ember atau bak atau botol-botol yang kalian punya dengan air keran. Karena kalau air belum terlalu tinggi, kondisi air masih bagus untuk dimasak dan diminum. There's no such thing as too much clean water, you'll need it.
3.First Aid Kit (P3K)
Dalam situasi banjir, air banjir sudah pasti tercemar dengan berbagai jenis bakteri dan kuman, and those waterborne pathogen can be dangerous. Pastikan punya obat-obatan yang cukup, mulai dari Disinfektan, obat flu & batuk,obat diare, antibiotik dan obat-obatan pribadi lainnya.
4. Hindari kontak dengan air banjir
Jangan terlalu lama berada dalam air banjir, terutama saat hujan. Hal itu bakal ningkatin kemungkinan untuk hipotermia, dan kulit yang lunak karena air bakal lebih mudah luka, terutama di air keruh yang coklat dan banyak sampahnya, kalian gak akan tau apa yang ada di dasar, entah itu paku atau benda lainnya. Kalau terluka, kemungkinan infeksi bisa lebih besar. Gunakan disinfektan jika terluka dan terkena air banjir, hindari kontak lebih lanjut sampai luka membaik.
5. Siapkan peralatan pendukung
Kalian bakal kaget betapa pentingnya senter dan lilin, begitu air mulai tinggi dan listrik dipadamkan. Don't buy those cheap bulb flashlight, it won't last long and it's not that bright at all. Beli senter LED dengan build yang waterproof dan yang pake battery AAA atau AA, it's bright enough to keep your family safe and be able to navigate in dark situation. Simpan di beberapa lokasi dirumah yang gampang ditemukan pas mati lampu.
Radio juga bakal berguna, mungkin dengan adanya smartphone kalian bakal bilang "Buat apa radio ? kan tinggal googling di HP", coba aja masih bisa bilang begitu atau engga ketika listrik udah mati di hari kedua dan kalian gak bisa charging HP. Battere AA atau AAA mungkin bisa di stok untuk persediaan, dan radio bakal jadi sumber informasi yang berguna.
Masih banyak peralatan lainnya, nanti kita bahas lebih detail di post berikutnya, if I have the time :3
6. Simpan Surat-surat penting
Kalau kalian punya surat- surat penting, dan niat untuk bertahan dirumah, ada beberapa opsi.
Pertama, simpan surat-surat dan dokumen tersebut dalam 1 tas, dan bawa ke tempat saudara yang aman dari banjir.
Opsi kedua, simpan surat dan dokumen tersebut dalam Ziplock bag, baru masukin ke dalam tas, buat jaga-jaga disaat perlu evakuasi keluar dan harus bawa dokumen itu. Better safe than sorry.
That's it, kurang lebih itu tips yang dibutuhkan kalau kalian kebanjiran dan berniat bertahan dirumah.
Mungkin ada yang mikir ini berlebihan, but hey, always prepare for the worst case scenario, be safe ;)
Showing posts with label Mindset to Survive. Show all posts
Showing posts with label Mindset to Survive. Show all posts
Friday, January 24, 2014
Wednesday, April 3, 2013
Apa itu Hypothermia?
Apa itu Hypothermia ? Hypothermia adalah kondisi medis yang terjadi ketika tubuh kita kehilangan suhu panas dibanding kemampuannya memproduksi suhu, menyebabkan suhu tubuh rendah yang berbahaya.
Suhu tubuh normal manusia berkisar 37 C dan Hypothermia terjadi ketika suhu tubuh turun dibawah 35 C.
Ketika suhu tubuh menurun, jantungmu, sistem syaraf, dan organ-organ lainnya tidak dapat bekerja dengan baik. Kalian akan kehilangan mobilitas dan akan kesulitan menggerakan bagian tubuh seperti jari tangan. Jika dibiarkan tanpa perawatan, dapat mengarah kepada gagal jantung dan sistem pernapasan yang pada akhirnya mengarah PASTInya kepada kematian. Hypothermia dapat membunuh anda tidak hanya dalam hitungan jam, tapi menit.
Orang mungkin waspada tapi tidak sadar jika dia sendiri sudah terkena hypothermia. Menggigil, tangan dan kaki menjadi dingin, berkurangnya kemampuan bergerak, dan rasa sakit karena hawa dingin adalah beberapa gejalanya.
Penyebab utamanya adalah terekspos pada suhu dingin, baik karena hujan deras, angin, ataupun air yang dingin. For you information, being wet + exposed to cold wind is a recipe for Death. Banyak orang yang meremehkan hal seperti ini, padahal sudah cukup banyak penggiat alam terbuka yang meninggal karenanya.
Minimnya persiapan dan pengetahuan mungkin bisa menjadi salah satu penyebabnya.
Jika kalian bepergian jauh, bawalah perlengkapan yang mendukung, dan itu dimulai dari sesuatu yang sederhana yang melekat pada tubuh kalian, Yap, pakaian~
Almost every single person wears cotton clothes everyday, including me. Yah gak salah juga sih, tapi kalau basah, bahan katun bakal terus menyerap panas dari tubuh, and in some cases will lead to hypothermia and then you know what would happen if it left untreated right ?
Jadi kalau ada niat beraktifitas lama di alam terbuka, pakai yang berbahan Quick-dry, kayak bahan-bahan yang digunakan di pakaian olah raga itu.
Kalau bawa tas kecil atau daypack, bawa jaket atau pakaian cadangan yang disimpan di dry bag atau plastik Zip-lock yang kedap air.
Bawa benda sederhana seperti payung atau jas hujan seperti poncho akan sangat berguna.
Kita bakal bahas soal pakaian lebih jauh di postingan lain (kalo inget :3 )
Bagaimana cara menghindari Hypothermia ? Simple, stay out of the elements. Jika kalian tanpa persiapan, cari tempat berlindung dari angin atau hujan, buatlah api jika memungkinkan, itupun jika kalian berada di tempat yang tidak dilalui orang atau jauh dari orang lain yang bisa menolong.
Manfaatkan semak yang tebal, pohon, atau batu besar sebagai tempat berlindung. Kalau kalian bawa poncho, dan ada orang lebih dari satu, manfaatkan poncho untuk membuat shelter seperti lean-to, atau gunakan sebagai atap.
Bagaimana cara menanganinya ? Kalau terkena Hypothermia, intinya sih harus mengembalikan suhu tubuh menjadi normal, But how ? Dapat dilakukan dengan mengganti pakaian yang basah dengan yang kering, hindari tempat terbuka, buatlah api jika bisa, dan lakukan gerakan ringan seperti stretching atau squat untuk menghangatkan otot, dan minum minuman hangat.
Banyak sekali yang minum minuman beralkohol untuk menghangatkan tubuh, padahal itu salah satu hal buruk yang bisa kalian lakukan, kenapa ? Alkohol membuat anda merasa hangat, dari luar. Ketika anda minum alkohol, pembuluh darah melebar, meningkatkan aliran darah ke permukaan, dan membuat anda merasa hangat. TAPI, peningkatan aliran darah tersebut membuat inti suhu tubuh anda menurun, dan lagi dapat mempercepat proses Hypothermia. Belum lagi jika anda mabuk dan tidak dapat berpikir dengan tepat lagi.
Jika kalian bersama orang lain dan orang tersebut mengalami Hypothermia yang parah sehingga tidak mampu bergerak, tangani dengan hati-hati, lepas pakaian basahnya, kemudian masukkan kedalam sleeping bag, beri minuman hangat sedikit demi sedikit untuk meningkatkan suhu tubuhnya.
Tetap Waspada, Bersiaplah untuk yang tak terduga, and remember Cold Can Kill.
See you next time~
Suhu tubuh normal manusia berkisar 37 C dan Hypothermia terjadi ketika suhu tubuh turun dibawah 35 C.
Ketika suhu tubuh menurun, jantungmu, sistem syaraf, dan organ-organ lainnya tidak dapat bekerja dengan baik. Kalian akan kehilangan mobilitas dan akan kesulitan menggerakan bagian tubuh seperti jari tangan. Jika dibiarkan tanpa perawatan, dapat mengarah kepada gagal jantung dan sistem pernapasan yang pada akhirnya mengarah PASTInya kepada kematian. Hypothermia dapat membunuh anda tidak hanya dalam hitungan jam, tapi menit.
![]() |
| Suhu Tubuh |
Orang mungkin waspada tapi tidak sadar jika dia sendiri sudah terkena hypothermia. Menggigil, tangan dan kaki menjadi dingin, berkurangnya kemampuan bergerak, dan rasa sakit karena hawa dingin adalah beberapa gejalanya.
Penyebab utamanya adalah terekspos pada suhu dingin, baik karena hujan deras, angin, ataupun air yang dingin. For you information, being wet + exposed to cold wind is a recipe for Death. Banyak orang yang meremehkan hal seperti ini, padahal sudah cukup banyak penggiat alam terbuka yang meninggal karenanya.
Minimnya persiapan dan pengetahuan mungkin bisa menjadi salah satu penyebabnya.
Jika kalian bepergian jauh, bawalah perlengkapan yang mendukung, dan itu dimulai dari sesuatu yang sederhana yang melekat pada tubuh kalian, Yap, pakaian~
Almost every single person wears cotton clothes everyday, including me. Yah gak salah juga sih, tapi kalau basah, bahan katun bakal terus menyerap panas dari tubuh, and in some cases will lead to hypothermia and then you know what would happen if it left untreated right ?
Jadi kalau ada niat beraktifitas lama di alam terbuka, pakai yang berbahan Quick-dry, kayak bahan-bahan yang digunakan di pakaian olah raga itu.
Kalau bawa tas kecil atau daypack, bawa jaket atau pakaian cadangan yang disimpan di dry bag atau plastik Zip-lock yang kedap air.
Bawa benda sederhana seperti payung atau jas hujan seperti poncho akan sangat berguna.
Kita bakal bahas soal pakaian lebih jauh di postingan lain (kalo inget :3 )
Bagaimana cara menghindari Hypothermia ? Simple, stay out of the elements. Jika kalian tanpa persiapan, cari tempat berlindung dari angin atau hujan, buatlah api jika memungkinkan, itupun jika kalian berada di tempat yang tidak dilalui orang atau jauh dari orang lain yang bisa menolong.
Manfaatkan semak yang tebal, pohon, atau batu besar sebagai tempat berlindung. Kalau kalian bawa poncho, dan ada orang lebih dari satu, manfaatkan poncho untuk membuat shelter seperti lean-to, atau gunakan sebagai atap.
Bagaimana cara menanganinya ? Kalau terkena Hypothermia, intinya sih harus mengembalikan suhu tubuh menjadi normal, But how ? Dapat dilakukan dengan mengganti pakaian yang basah dengan yang kering, hindari tempat terbuka, buatlah api jika bisa, dan lakukan gerakan ringan seperti stretching atau squat untuk menghangatkan otot, dan minum minuman hangat.
Banyak sekali yang minum minuman beralkohol untuk menghangatkan tubuh, padahal itu salah satu hal buruk yang bisa kalian lakukan, kenapa ? Alkohol membuat anda merasa hangat, dari luar. Ketika anda minum alkohol, pembuluh darah melebar, meningkatkan aliran darah ke permukaan, dan membuat anda merasa hangat. TAPI, peningkatan aliran darah tersebut membuat inti suhu tubuh anda menurun, dan lagi dapat mempercepat proses Hypothermia. Belum lagi jika anda mabuk dan tidak dapat berpikir dengan tepat lagi.
Jika kalian bersama orang lain dan orang tersebut mengalami Hypothermia yang parah sehingga tidak mampu bergerak, tangani dengan hati-hati, lepas pakaian basahnya, kemudian masukkan kedalam sleeping bag, beri minuman hangat sedikit demi sedikit untuk meningkatkan suhu tubuhnya.
Tetap Waspada, Bersiaplah untuk yang tak terduga, and remember Cold Can Kill.
See you next time~
Tuesday, January 15, 2013
Banjir banjir dan banjir
Belakangan ini berita di TV dan radio gak jauh dari Banjir. Banyak jalanan di Jakarta yang lumpuh akibat banjir, sehingga banyak aktivitas yang terganggu.
Sejauh ini belum ada berita soal korban jiwa dan semoga saja tidak ada.
Kebanyakan orang terlihat meremehkan banjir dan membiarkan anak-anaknya bermain di air banjir yang tentunya sudah terkontaminasi oleh sampah, bakteri dan zat lainnya. Belum lagi air setinggi lutut yang terlihat tidak berbahaya karena tidak tinggi padahal air setinggi 6 inch atau 12 cm yang mengalir dengan cukup deras saja sudah bisa menjatuhkan orang dewasa.
Dan banyak orang yang mengungsi ke loteng rumahnya dengan harapan banjir akan segera surut ataupun jika air meninggi mereka akan di evakuasi oleh tim SAR, sehingga tidak menyimpan persediaan yang cukup bersama mereka. Tapi, bagaimana kalau semua yang kalian pikirkan itu tidak terjadi? Dan segala sesuatu tersebut tidak berjalan sesuai keinginan, would you survive?
Biasanya keluarga terdiri dari 2-4 orang, hanya dengan persediaan air dan makanan yang hanya cukup untuk 2 atau 3 hari, jika kalian banjir meninggi dan kalian tidak bisa di evakuasi, maka untuk bertahan hidup selama seminggu saja akan menjadi hal yang cukup sulit terutama dengan jumlah orang yang banyak.
Kondisi psikis orang yang labil karena menghadapi bencana membuat orang tidak dapat berpikir panjang dan sulit mengambil keputusan.
Jika kalian berniat bertahan di loteng rumah saat banjir, maka paling tidak persiapkan apa saja yang diperlukan. Simpanlah banyak botol air ukuran 1,5L, atau beberapa galon kecil ukuran 6L, jadi saat ketinggian air mulai meningkat, isilah dengan air bersih.
Beli persediaan makanan kaleng karena akan sangat membantu. Kacang merah dan beras juga akan menjadi sumber karbohidrat yang baik, ikan kaleng bisa sebagai sumber protein.
Dengan persediaan yang cukup kalian dapat bertahan selama lebih dari 2 minggu tanpa bantuan dari luar.
,Well my point is, if you want to survive then you have to prepare the best as you could.
Thats it for now, see ya~
Sejauh ini belum ada berita soal korban jiwa dan semoga saja tidak ada.
Kebanyakan orang terlihat meremehkan banjir dan membiarkan anak-anaknya bermain di air banjir yang tentunya sudah terkontaminasi oleh sampah, bakteri dan zat lainnya. Belum lagi air setinggi lutut yang terlihat tidak berbahaya karena tidak tinggi padahal air setinggi 6 inch atau 12 cm yang mengalir dengan cukup deras saja sudah bisa menjatuhkan orang dewasa.
Dan banyak orang yang mengungsi ke loteng rumahnya dengan harapan banjir akan segera surut ataupun jika air meninggi mereka akan di evakuasi oleh tim SAR, sehingga tidak menyimpan persediaan yang cukup bersama mereka. Tapi, bagaimana kalau semua yang kalian pikirkan itu tidak terjadi? Dan segala sesuatu tersebut tidak berjalan sesuai keinginan, would you survive?
Biasanya keluarga terdiri dari 2-4 orang, hanya dengan persediaan air dan makanan yang hanya cukup untuk 2 atau 3 hari, jika kalian banjir meninggi dan kalian tidak bisa di evakuasi, maka untuk bertahan hidup selama seminggu saja akan menjadi hal yang cukup sulit terutama dengan jumlah orang yang banyak.
Kondisi psikis orang yang labil karena menghadapi bencana membuat orang tidak dapat berpikir panjang dan sulit mengambil keputusan.
Jika kalian berniat bertahan di loteng rumah saat banjir, maka paling tidak persiapkan apa saja yang diperlukan. Simpanlah banyak botol air ukuran 1,5L, atau beberapa galon kecil ukuran 6L, jadi saat ketinggian air mulai meningkat, isilah dengan air bersih.
Beli persediaan makanan kaleng karena akan sangat membantu. Kacang merah dan beras juga akan menjadi sumber karbohidrat yang baik, ikan kaleng bisa sebagai sumber protein.
Dengan persediaan yang cukup kalian dapat bertahan selama lebih dari 2 minggu tanpa bantuan dari luar.
,Well my point is, if you want to survive then you have to prepare the best as you could.
Thats it for now, see ya~
Monday, January 14, 2013
Persiapan
Well, my PC is kinda in messed up right now and I can't do much about it, so I'm gonna post from my phone for a while~
Anyway, setelah tau basic survival dan beberapa hal lainnya, ada hal yang terpenting, yaitu persiapan.
Persiapan disini untuk mencegah hal yang tak terduga ataupun membantu kita untuk survive. Tapi, saya gak bakal ngebahas soal survival kit secara detail dulu disini, melainkan soal beberapa hal penting lainnya.
Pada umumnya orang suka bepergian jarak jauh, baik menggunakan kendaraan pribadi ataupun umum. Terkadang apa yang mereka bawa hanya untuk apa yang sudah direncanakan tanpa memikirkan hal yang lain.
Saat ingin bepergian, buatlah jadwal. Kapan kalian pergi, kemana, lewat mana dan untuk berapa lama. Sebisa mungkin tetap ikuti jadwal yang kalian buat dan beritahu orang terdekat kalian mengenai hal itu.
Jadi kalau terjadi sesuatu dan kalian belum pulang karna hal itu, entah karena tersesat, bencana alam atau apapun, orang terdekat kalian tau kapan harus melapor ke pihak berwajib untuk melakukan pencarian.
Hal ini tentunya akan meningkatkan kemungkinan kalian untuk diselamatkan dalam waktu yang lebih cepat dibanding kalian pergi tanpa ada yang tau sehingga tidak ada yang bisa
menolong.
Jika bepergian menggunakan mobil, terutama ke daerah yang jauh dari perkotaan dan masih dekat dengan hutan,bawalah persediaan tambahan.
Bawa tambahan bahan bakar, air minum, makanan, terpal orange/merah dan sleeping bag. Sehingga saat kendaraan mogok atau rusak di tempat yang cukup terisolir, kalian dapat bertahan sambil menunggu.
Meninggalkan kendaraan dapat berakibat fatal, karen pada dasarnya kendaraan kalian lebih mudah terlihat dibanding kalian sendiri.
Jika kalian menggunakan kendaaraan berwarna gelap, pasang terpal orange tadi di dekat kendaraan. Dapat berfungsi sebagai tanda yang mudah terlihat dari udara, juga sebagai tempat untuk berlindung dari cuaca.
It's always good to have cutting tools such as an axe, machete, parang or golok in your car. Karena jika benar mogok di daerah terisolir, sinyal bantuan menggunakan asap dari api adalah hal yang cukup efektif dan kalian akan butuh alat potong tadi.
Tapi tentunya akan jauh lebih baik untuk mempersiapkan segalanya dengan baik dan memberi tahu keluarga kemana kalian akan pergi untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya survival jangka panjang.
Always have a backup plan ready.
Anyway, setelah tau basic survival dan beberapa hal lainnya, ada hal yang terpenting, yaitu persiapan.
Persiapan disini untuk mencegah hal yang tak terduga ataupun membantu kita untuk survive. Tapi, saya gak bakal ngebahas soal survival kit secara detail dulu disini, melainkan soal beberapa hal penting lainnya.
Pada umumnya orang suka bepergian jarak jauh, baik menggunakan kendaraan pribadi ataupun umum. Terkadang apa yang mereka bawa hanya untuk apa yang sudah direncanakan tanpa memikirkan hal yang lain.
Saat ingin bepergian, buatlah jadwal. Kapan kalian pergi, kemana, lewat mana dan untuk berapa lama. Sebisa mungkin tetap ikuti jadwal yang kalian buat dan beritahu orang terdekat kalian mengenai hal itu.
Jadi kalau terjadi sesuatu dan kalian belum pulang karna hal itu, entah karena tersesat, bencana alam atau apapun, orang terdekat kalian tau kapan harus melapor ke pihak berwajib untuk melakukan pencarian.
Hal ini tentunya akan meningkatkan kemungkinan kalian untuk diselamatkan dalam waktu yang lebih cepat dibanding kalian pergi tanpa ada yang tau sehingga tidak ada yang bisa
menolong.
Jika bepergian menggunakan mobil, terutama ke daerah yang jauh dari perkotaan dan masih dekat dengan hutan,bawalah persediaan tambahan.
Bawa tambahan bahan bakar, air minum, makanan, terpal orange/merah dan sleeping bag. Sehingga saat kendaraan mogok atau rusak di tempat yang cukup terisolir, kalian dapat bertahan sambil menunggu.
Meninggalkan kendaraan dapat berakibat fatal, karen pada dasarnya kendaraan kalian lebih mudah terlihat dibanding kalian sendiri.
Jika kalian menggunakan kendaaraan berwarna gelap, pasang terpal orange tadi di dekat kendaraan. Dapat berfungsi sebagai tanda yang mudah terlihat dari udara, juga sebagai tempat untuk berlindung dari cuaca.
It's always good to have cutting tools such as an axe, machete, parang or golok in your car. Karena jika benar mogok di daerah terisolir, sinyal bantuan menggunakan asap dari api adalah hal yang cukup efektif dan kalian akan butuh alat potong tadi.
Tapi tentunya akan jauh lebih baik untuk mempersiapkan segalanya dengan baik dan memberi tahu keluarga kemana kalian akan pergi untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya survival jangka panjang.
Always have a backup plan ready.
Thursday, December 6, 2012
Waspada bencana
Pernah gak sih kalian mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana yang mungkin akan terjadi ?
entah itu banjir, gempa bumi, tsunami, atau badai dan sejenisnya yang skalanya pun kita gak tahu ?
Atau paling engga apa kalian tahu apa yang harus dilakukan di situasi bencana tersebut ?
Mental "Waspada bencana" kayaknya udah agak sulit untuk ditemukan atau terlihat pada orang jaman sekarang. Yah wajar aja sih kalau udah banyak dimanjakan oleh teknologi, terutama di daerah kota besar yang jarang terkena bencana.
Padahal persiapan kecil itu bisa merubah situasi yang tadinya buruk menjadi sedikit lebih baik, paling engga udah cukup untuk bertahan hidup.
Untuk menghadapi situasi bencana alam, kita harus berpikir beberapa langkah kedepannya, juga pikirkan kemungkinan terburuknya.
Contoh aja, kalau banjir di daerah pemukiman di perkotaan, sebagian besar memilih untuk menaikkan barang miliknya ke tempat yang lebih tinggi dirumahnya dan bertahan di lantai 2 atau atap rumahnya.
Dengan persediaan makanan alakadarnya, dan juga dengan pikiran bahwa banjir akan surut dalam 1-2 hari.
Tapi, bagaimana kalau banjir gak surut dalam 2 hari ?
Pasti ada yang jawab "nanti pasti dijemput tim SAR"
Tapi, bagaimana kalau banjir terjadi di berbagai tempat dan mereka gak bisa datang dalam 2 hari karna ada yang lebih parah ?
Like I said before, always think about what may happen, what would happen in the worst case scenario.
Jangan pernah berharap untuk mendapat pertolongan dari orang lain, karena di saat darurat seperti itu, yang bisa diandalkan cuma diri sendiri.
Gue sendiri pernah ngalamin banjir beberapa kali, dan 1 atau 2 diantaranya mencapai ketinggian hampir 2 meter.
Back then, I bought a supply such as canned food, bottled water, and medical supply that would last at least for more than a week for 2-3 person, meskipun gue gak tau kalau banjirnya bakal naik sampai setinggi itu cma dalam hitungan jam.
Jadi intinya, jangan pernah menyepelekan kekuatan alam, When you underestimate what mother nature could do to you, then you are as good as dead.
oh, ada motto dari seorang Youtuber yang selalu gue ingat dan seharusnya kalian ingat juga, dia bilang
"If you're not always prepared, then you're never prepared" - Adam from Equip2Endure
yang artinya, Kalau anda tidak selalu siap, maka anda tidak akan pernah siap.
Well, see ya ;)
Mindset
Well,Gue mau coba bahas soal mindset,
tentunya tentang mindset kebanyakan orang pada jaman modern yang penuh dengan teknologi canggih ini.
First thing first, lemme ask you
Kalo ada orang terlihat bawa pisau lipat atau mungkin multitool seperti swiss army knife, apa yang terlintas di pikiranmu ?
Kebanyakan orang yang baru pertama kali ngeliat gue bawa pisau lipat pasti bilang
"Ih buat apaan bawa gituan ? buat brantem ya ?"
And my answer is always the same for every new person that ask me about that
"ini alat bantu kok, cuma sekedar cutting tool"
Yah, mindset orang pastinya kalo liat ada yang bawa pisau bakal beranggapan kalau itu digunakan sebagai senjata, entah buat berantem atau bunuh orang.
Padahal kalau mau bunuh orang, ga butuh yang namanya pisau lipat yang bagus, kalo orang punya niat buruk kayak gitu, apapun yang ada disekitarnya, mulai dari pensil sampai kursi bakal jadi senjata yang mematikan, dan tentunya ga membuat orang curiga pada awalnya.
Alasan gue bawa pisau lipat atau multitool cuma satu, gue mau selalu siap untuk semua kemungkinan yang bakal terjadi yang mungkin bakal membutuhkan alat bantu seperti itu.
In worst case scenario, a simple folding knife could be a lifesaver.
I often used mine to cut, entah itu sekedar motong kertas, buka paket, motong tali, ngupas buah, masak, ataupun kegiatan lapangan lainnya.
Pernah dipakai juga buat motong luka buat ngambil serpihan kayu yang masuk lumayan dalam, pisaunya diguyur disinfektan dlu pastinya.
Pada akhirnya orang yang udah terbiasa liat gue bawa pisau itu malah jadi sering minjem, dan terbukti itu sangat membantu waktu mengerjakan sesuatu yang butuh alat potong yang dapat bekerja dengan baik.
Let me remind you again, jangan pernah gunakan pisau sebagai alat untuk membela diri, unless you are ready for the consequences.
Gunakanlah pisau dengan bijak, sebagaimana alat itu dulu diciptakan untuk mempermudah pekerjaan manusia.
Subscribe to:
Posts (Atom)


